3 Ajaran ‘Sesat’ Cak Nun


Cak Nun atau Emha Ainun Nadjib bagi saya memiliki ajaran yang sangat menyesatkan, Pertama, beliau tidak mau berkecimpung dalam dunia politik, padahal beliau tahu isi dan cangkang negara Indonesia, dalam beberapa kesempatan di forum maiyyah, Cak Nun pernah mengatakan bahwa dirinya mempunyai banyak solusi terhadap negeri ini, bahkan konflik Palestina israel saja beliau punya solusinya, tapi sayangnya pemimpin negeri ini, tidak mau datang kepadanya meminta obat untuk negeri ini. Bagi saya ini suatu ajaran yang sangat menyesatkan, sayang sekali orang sekaliber Cak Nun tidak mau berkecimpung dalam dunia politik padahal banyak orang bodoh di luar sana yang tidak tahu soal Negara sok-sokan ingin menjadi pejabat, maka rusaklah negara ini akibat orang-orang bodoh yang sok pinter dan sok jadi pejabat.

Ajaran sesat Cak Nun yang kedua adalah pengakuannya yang luar biasa tentang kebodohannya, beberapa kali beliau mengatakan bahwa jangan menganggap dirinya utadz atau ulama, sebab keulamaan seseorang tidak bisa dilihat oleh mata kepalamu, kamu pikir, seorang ulama itu memakai surban dan udeng-udeng atau jubah?? tidak kata Cak Nun. Bahkan Cak Nun mewanti-wanti, jangankan keulamaan seseorang, bahkan anda sendiri tidak akan tau ke islaman seseorang, apakah jika kemudian kita melihat ada orang yang menggunakan kopiah dan sarung lantas anda mengatakan bahwa dia orang islam?? Islam tidak bisa anda lihat hanya melalui pakaian, begitu juga dengan jabatan ulama. Bagi saya ini ajaran sesat dan menyesatkan, karena banyak orang yang paham sedikit ilmu agama, sudah sok-sokan mengklaim dirinya seorang ulama, baru pulang dari Yaman saja langsung mengklaim bahwa dirinya ulama, sedangkan Cak Nun seorang yang alim al alamah, tahu jero-jeronya agama dan faham situasi negara tidak mau disebut ulama, umaro pejabat bahkan selalu ingin dianggap orang bodoh sama sederajat dengan para jamaah maiyyah.

Ajaran ketiga dari Cak Nun yang menyesatkan umat adalah isi ceramah atau orasinya yang selalu berisi ilmu hakikat dan makrifat, ilmu yang sama sekali tidak pernah di sentuh oleh kiai Katoprak dan ulama yang sok-sokan jadi ulama, ilmu makrifat dan kewalian ini termasuk ilmu yang sangat mahal, sebab jarang orang mau membicarakannya di forum atau majlis taklim, tetapi Cak Nun sedikit demi sedikit mau menyingkap ilmu kewalian ini terhadap orang lain, baik di forum maiyyah atau lainnya. Cak Nun jelas bukan orang sembarangan. Dan kita bisa melihat dari pola pikrinya, dari isi ceramahnya yang tidak pernah menyinggung orang lain, bahkan ilmu kelas dewa sekalipun melalui mulut Cak Nun akan terasa mudah difahami dan dicerna oleh siapapun. Sangat sedikit ulama di Indonesia yang mau berbagi ilmu tingkat tinggi ini ke masyarakat, sedangkan banyak sufi yang lebih suka berdiam diri di dalam guha menikmati pesona Robbani, Cak Nun malah berbagi keindahan dan kecintaan pada Tuhan kepada semua orang.

Sesungguhnya sesat dan menyesatkan itu hanyalah penilaian dari mulut manusia sesuai dengan kapasitas dan maqomnya, Ajaran Cak Nun akan selalu dianggap sesat dan menyesatkan bagi mereka yang tidak faham isi dan hakikat, mereka yang hanya melihat cangkang dan bungkus otomatis akan tertipu oleh wajah dan omongan Cak Nun. Indonesia seharusnya bangga mempunyai orang sekaliber Cak Nun, disaat orang lain cuma bisa bicara dan berkomentar, Cak Nun sudah jauh melangkah mempersembahkan hal-hal terhebat untuk bangsa ini. Wallahu A’lam 
Comments
0 Comments

0 comentários:

Post a Comment