July 14, 2018

Pemikiran Cak Nun adalah Oase, Islam Cak Nun Islam Sejati dan Islam Hakiki

Tags

Baca Juga Asep Bahtiar


Cak Nun bagi saya ibarat mata air yang jernih. Saya suka bersinggah di pengajian beliau, walaupun sekedar mampir di video yang tersebar di media masa. Disana saya menemukan islam yang sejatine islam, tidak ada yang namanya islam Nusantara, islam Muhammadiah, Islam wahabi islam PKS Islam Abangan Islam Jawa Islam Pasundan. Semua islamis-islamisme itu diterima dengan baik asal mau solat dan berdzikir, Entah profesimu dukun, begal rampok pedagang pengusaha rakyat jelata semua diterima oleh beliau. Betul-betul diterima.

Saya tidak melihat, bahkan nyaris sulit sekali, di jaman sekarang ini, menemukan islam yang seperti islamnya Cak Nun. Kemarin ada seorang kiai yang begitu dipuja-puji kalangan Nahdliyin, dibela habis-habisan oleh mereka, terutama dibela dari serangan teror kaum wahabi Indonesia, Apa penyebabnya? tak lain karena sang kiai itu pergi ke Israel untuk menunjukan sikap keberaniannya dalam mebela Palestina. Saya ikut membelanya, tapi kemudian, sebuah video di media masa menjadi viral, dalam ceramahnya, sang kiai tersebut malah mengejek islam arab dengan mengatakan islam abal-abal. Saya sedih dan kecewa. saya tidak jadi ngefans terhadapnya. Bagi saya islam itu ya.... islam, tidak ada islam arab islam abal-abal islam abangan islam Nusantara. yang ada hanya Islam. Titik.

Sudah sedemikian lamanya di kotak-kotak oleh Yahudi dan Nasrani. Kelompok kita dipecah dan dibagi-bagi, grup-grup kita dibeli dengan bayaran yang sangat murah. Lalu apa yang terjadi? kita disibukkan untuk salaing hujat dan membela kepentingan kelompok masing-masing. sedangkan yahudi Nasrani - dan (saat ini) China komunis tertawa terbahak-bahak lalu mengerup jutaan kekayaan dari negri ini dan agama ini.

Kita dibodohkan oleh mereka, bertahun-tahun lamanya, tak terasa. Kita menjadi sedemikian bodoh sehingga begitu mudah berkelahi dengan sesama pemeluk agama ini. Ada benarnya omongan islam fundamentalis itu, bahwa kita terlalu lemah untuk mebela diri kita sendiri, kita terlalu murah senyum kepada kapir China dan Nasrani di Indonesia tapi sangat bebal dan berani melawan orang yang satu agama dengan kita.

Whay? mengapa? dan apa keuntungan yang didapat? apa coba? kita dapat apa dalam membela China-Nasroni-Yahudi? kedaulatan bangsa? persatuan bangsa?? apanya yang bersatu? toh duit kita habis dibelanjakan di alfamart dan Indomart sehingga lagi-lagi masuk ke kantong-kantong China, sedangkan orang china tidak mau mebeli barang-barang apapun di pasar-pasar tradisional milik rakyat. apa ini yang disebut dengan bersatu?? ini cita-citamu? inikah keuntunganmu? apakah ini yang disebut menjaga persatuan umat dan kerukunan beragama? apanya yang rukun? duit kita dirampas oleh mereka, dompet kita diperas oleh mereka. tapi mereka tidak mau sekalipun belanja di pasar-pasar milik kita.

Maka akhir-akhir ini saya sering mampir dipengajian Cak Nun, disana saya menemukan oase yang jernih, tidak ada islam islam Nusantara, islam Muhammadiah, Islam wahabi islam PKS Islam Abangan Islam Jawa Islam Pasundan. semua bersatu. Semua islamis dan islamisme itu diterima dengan baik asal mau solat dan ibadah. Entah profesimu dukun, begal rampok pedagang pengusaha, rakyat jelata semua diterima oleh beliau. Betul-betul diterima. Islam Cak Nun bagi saya adalah Islam yang Sejati, yang hakiki, yang tidak lagi meributkan pakaian dan peci, tapi penghambaan murni hanya kepada ilahi. Makan gak makan asal kumpul. Bukan kumpul karena ada berkat dan makanan.