Dampak Perang dan Kehebohan Game Permainan anak-anak di Palestina.


Israel telah menyerang Jalur Gaza Tiga kali pada tahun 2008, 2012 dan 2014, ribuan orang meninggal dan terluka. Selain efek material. Pperangan ini juga mempengaruhi kondisi mental sebagian besar orang di Jalur Gaza.

Di semua kelompok umur, anak-anak adalah yang paling terpengaruh oleh efek dari perang-perang ini. Tentu saja, mereka bisa setiap hari melihat medan perang, menyaksikan pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah oleh tentara Israel. Saya sangat prihatin dalam kehidupan anak-anak di Palestina. Anak-anak ini Tumbuh di lingkungan brutal penuh kekejaman. Mereka tumbuh dalam medan pertempuran yang abadi yang dibuat oleh zionis Israel di tanah mereka.

Anak-anak Palestina tidak seperti anak-anak di belahan lain dunia. Mereka adalah anak-anak yang telah menyaksikan foto anggota keluarga atau sanak keluarga yang meninggal akibat serangan misil. Dan melihat orang tuanya ditangkap oleh tentara Israel. Hal-hal ini telah menghancurkan setidaknya mental masa kecil mereka yang indah. Dan kedamaian dalam pikiran telah digantikan oleh kecemasan dan balas dendam yang berkepanjangan.

Indikator efek perang terhadap anak-anak Palestina bisa diperhatikan dari permainan mereka. Game mana yang paling populer untuk anak-anak Palestina?. ternyata adalah permainan pertempuran antara orang Arab dan Yahudi.

Beberapa sumber di media kabar Palestina mengatakan bahwa anak-anak yang memainkan game ini dibagi menjadi dua pihak, satu pihak akan memainkan sekelompok tentara Israel, karakter fiktif yang memegang pistol untuk menembak musuh. Sisi lain memainkan pejuang Palestina yang berperang menggunakan batu-batu sebagai senjata.

Beberapa anak yang memainkan pejuang Palestina dalam game ini biasanya akan berkelahi dengan tentara Israel, lalu mereka kalah dan pura-pura mati di akhir pertarungan. Permainan anak-anak ini merupakan sisa dari generasi dibelakang mereka yang tak lain merupakan sekelompok anak-anak Palestina yang memainkan game sama sebelumnya.

Laporan ini juga menyatakan bahwa: Game ini sudah dimulai sejak awal pendudukan Palestina. Game Al-Nukbah dan sejauh ini masih populer di kalangan anak-anak Palestina dan juga telah diteruskan dari generasi ke generasi. Kali ini  Palestina menunjukkan kesulitan dan bencana yang telah terjadi di negara ini selama beberapa dekade terakhir. Mental anak Palestina telah terdidik untuk setidaknya menjadi aktor laga di medan perang, dimulai dari game permainan anak-anak diteruskan ke medan peperangan di dunia nyata.

Kita prihatin, anak-anak Palestina hidup dibawah perang dan medan penuh darah, tidak seperti anak-anak Indonesia pada umumnya. Kebahagiaan dan masa kecil anak di Palestina telah terenggut habis. Perang telah banyak memakan korban. Dan apa yang telah diraih oleh Israel dari peperangan ini? Tidak ada sama sekali, hanya kecemasan dan huru-hara yang tiada habisnya. Semoga perang cepat berakhir dan kedamaian kembali ada di tanah Palestina yang dirahmati Allah.