October 12, 2017

Jokowi Pasti Keok Kalau Tandingannya Rosulullah

Tags

Baca Juga



Agama dibawa dalam kampanye politik itu merupakan hal terkampret yang pernah ada di muka bumi. Maka Gusdur Bilang Jangan pernah kalian menyatukan agama di dalam negara, sebab jika agama dibawa kedalam negara, maka akan timbul gejala-gejala irasional yang bisa merusak hak kalian sebagai manusia.

Bayangkan, jika agama dibawa dalam negara, kalian tidak akan lagi bisa menonton TV mendengarkan radio, musik main internet dan facebook, karena semuanya merupakan lumbung dan bisa menjadi sumber kemaksiatan. Agama tidak melarang zinah, tapi mengharamkan mendekatinya, itu rasa keaslian dan aroma kemurnian agama yang sesungguhnya. Jangankan berzina, mendekatinya pun sudah haram, jangankan melihat aurat di Televisi, membeli TV nya pun aslinya sudah haram. bayangkan jika hukum agama menjadi undang-undang dasar 45.

Itu sebabnya, Gusdur tidak mau agama dicampuraduk dalam kancah perpolitikan di Indonesia, meskipun pemikiran ini dicap sebagai liberalis, tapi setidaknya umat Islam di Indonesia lebih bahagia hidupnya, ‘bebas’ berfikirnya dan bebas menyatakan pendapat ketimbang mereka yang hidup di negara Arab, sebab disana, negara hanya dimiliki oleh mereka tapi hidup mereka seperti dalam penjara.

Agama dan ruh robbani, ketuhanan dan ubudiah, cukuplah disimpan dalam hati, tidak perlu diseret-seret kedalam kancah politik Nasional, apalagi akhir-akhir ini kita melihat saudara sebangsa dan setanah air dengan sangat kampret ‘menyeret’ nama Rasulullah dalam kancah politik Indonesia

Demi memenangkan tuan pujaannya, Rosulullah di ajak kampanye. kita menemukan banyak ilustrator dan grafis yang mengkonsep seolah-olah Rasulullah ada di pihak mereka. Tidak percaya? Lihat screenshot gambar dibawah ini.

Anda sudah baca? Sekali lagi saya ulangi kata-katanya. 
“Pilih mana? Di Akhirat bersama Rosulullah atau di akhirat bersama Jokowi?”

Demi memenangkan kampanye dan pilihan presiden, mereka dengan tega menyeret nama Rasulullah. Iinilah salahsatu kampanye paling biadab dan terkampret yang ada di indonesia.Kaum pengecut itu aslinya tidak punya nurani dan ruh agama. Kenapa anda wahai kaum serbet tidak gentle menyebut nama idola calon pimpinan kalian?? Kenapa bukan pilih di surga bersama si nganu atau pilih bersama si nganu... tolong sebutkan, sebutkan nama calon pimpinan kalian. jangan menyebut nama Rosulullah, Jokowi jelas keok jika ditandingkan dengan Rosulullah.

Jadi seolah-olah idola mereka, calon presiden yang akan mereka pilih adalah Rosulullah, yang lain bukanlah Roslulullah. Jokowi bukan Rosulullah, pimpinan mereka, junjungan calon presiden mereka adalah Rosulullah, sehingga ditanamkan dalam benak masyarakat, sebuah opini menyesatkan... Bahwa nanti, yang menjadi pilihan cuma dua, pilih Jokowi atau pilih Rosulullah.

Jokowi jelas keok kalau tandingannya Rosulullah. Saya tidak habis pikir, kenapa Rosulullah kok diseret ke dalam kampanye?? kenapa calon presiden di konsepkan sebagai Rosulullah yang memilihnya sudah pasti masuk surga. Bajingan betul pemikiran ini. Tolong sebutkan, sebutkan nama calon presiden kalian, jangan bawa-bawa nama Rosulullah, sebab itu pikiran sesat kaum munafiq yang sangat kampret menyesatkan umat islam dan memecah kebinekaan Indonesia. Surga dan neraka diperjualbelikan demi kepentingan sesaat, Rosulullah dibawa dan diseret-seret dalam pilihan Presiden. Sehingga pilihan hanya ada dua, pilih Rosulullah atau pilih Jokowi? Ini benar-benar pikiran busuk dan kampret.

STOP BLACK CAMPAIGN SEKARANG JUGA
Karena merusak moral politik dan martabat negara.


***Asep Bahtiar***



Comments
0 Comments