September 2, 2017

Pecah !! Ternyata Ini Catatan Ahok Untuk Mata Najwa. Anies Tidak Mau Kalah

Tags

Baca Juga


Acara Mata Najwa di Metro TV berakhir sudah, setelah tujuh tahun mengudara menemani pemirsa setianya, Najwa Syihab akhirnya mengundurkan diri sebagai Host di Program talkshow Mata Najwa. Pihak Metro TV menyampaikan jika sang pemandu acara memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak.

Melalui akun Instagramnya @najwashihab, pembawa acara ini mengumumkan bahwa episode terakhir Mata Najwa akan bertema 'Eksklusif Bersama Novel Baswedan'.

"Eksklusif Bersama Novel Baswedan menjadi episode live terakhir Mata Najwa. Sudah 7 tahun Mata Najwa mengudara. Sejak episode perdana "Dunia dalam Kotak Ajaib" yang tayang pada 25 November 2009

Alasan Najwa Mengundurkan Diri

Banyak kabar 'miring' yang berhembus atas berakhirnya acara Mata Najwa. Spekulasi mengenai ketidakprofesionalan Metro TV dalam memperpanjang kontrak Najwa Syihab dan berbagai isu 'miring' bahwa Najwa akan dijadikan mentri dalam kabinet Jokowi. Akhirnya Najwa memaparkan alasannya di Media Sosial miliknya

"Tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat. Rasa bangga menjadi reporter pertama Metro TV, sebagai pemilik kode reporter 01 dalam istilah teman-teman di Kedoya, sampai kapan pun tak akan luntur. Rangkaian perjalanan saya sebagai reporter sebuah TV berita pertama di tanah air terekam dalam, membuat kehidupan jauh lebih kaya serta menjadi bekal berharga untuk terus berkarya sebagai jurnalis.

Terima kasih tiada tara pada keluarga besar Metro TV. Juga kepada semua pihak yang telah bermitra dan mendukung, terutama pemirsa yang selama ini menemani saya dan Mata Najwa.

Salam,

Najwa Shihab"


Catatan Ahok

Berakhirnya acara ‘Mata Najwa’ tidak hanya disesali oleh para penggemar setianya, juga mereka yang pernah menjadi narasumber di acara tersebut. Banyak tokoh-tokoh politik yang ternyata telah meninggalkan ‘kesan’ mendalam atas berakhirnya acara talkshow ini. Termasuk diantara mereka adalah Ahok atau Basuki Tjahaya Purnama. Berikut catatan Ahok untuk Najwa Syihab


Selembar catatan Ahok buat Mata Najwa dan Nana (nama panggilan Najwa).
Mako Brimob, 16-8-2017.

Saya termasuk yang sering diundang di acara Mata Najwa (Ge er dikit :))
Yang pasti banyak pendukung jadi pro dan kontra jika saya hadir.
Kenapa?
Karena Najwa akan bertanya dengan tajam dan akan memancing atau memojokkan kita yang dikuatirkan memberi kesan kita salah atau bohong.
Bagi saya Nana adalah seorang yang profesional dan tidak ngeyel terus memberi kesan menekan.
Nana hanya ingin pemirsanya mendapatkan kebenaran dari pertanyaan-pertanyaannya yang tajam tentunya saja dengan tatapan mata Najwa yang khas.
Saya bersyukur acara Mata Najwa membuat saya tampil apa adanya dan tentu menjawab apa adanya.
Hadapi pertanyaan dan tatapan Mata Najwa, hanya satu kuncinya.
Kita harus jawab sesuai dengan yang ada di hati nurani, mulut dan otak harus sama.
Di situ Nana dan penonton akan terima semua jawaban kita.
Saya doakan Nana sukses dan penuh suka cita dimanapun dia berkarya.
Tuhan memberkatimu Nana.

BTP.”

Rupa-rupanya, tidak hanya Ahok yang terkesan dengan Najwa Syihab sang pemandu acara di Mata Najwa. Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan, beberapa hari yang lalu juga tak mau kalah dengan Ahok dalam 'Menulis Catatan' sebagai lambaian ‘perpisahan’ untuk Mata Najwa. Berikut catatan Anies.

“Catatan Anies Baswedan untuk Mata Najwa.

Pada bulan kemerdekaan Merah Putih dikibar tinggikan.
Dengan iuran darah dan nyawa dahulu ia pertama dinaikkan.
Generasi pendiri republik ini hibahkan semua yang mereka punya.
Cinta mereka pada bangsanya melampaui cintanya pada dirinya.
Namun hadirnya kemerdekaan tak berarti perjuangan telah usai.
Tugas kita adalah untuk memastikan.
Setiap janji kemerdekaan akan bisa tercapai.
Pilihan di depan kita jelas.
Jadi penonton atau ikut berperan.
Kesejahteraan, kesetaraan, keadilan, atau pendidikan.
Pilih arena kepedulian kita.
Dan tekadkan untuk ikut turun tangan.
Karena tantangan negeri ini terlalu besar untuk diselesaikan satu individual.
Namun Indonesia akan temukan kejayaannya lewat sebuah kerja kolosal.” 


Tanggapan Warganet

Membaca dua catatan dari orang-orang berpengaruh di Jakarta mengenai Najwa Syihab, ternyata banyak mendapat tanggapan yang berbeda-beda dari Warga Net, ada yang terkesan mengacungkan jempol untuk tulisan Ahok juga ada yang memuji dan mengapresiasi tulisan indah Anies Baswedan. Berikut beberapa tanggapan mereka

Meina H :
Hahaha... Anies mau meniru gaya Catatan Najwa, bro. Tapi namanya tiruan, tidak secemerlang aslinya. Catatan Anies cuma dipaksa berakhiran sama.

Beda dengan Ahok. Dia memilih menjadi diri sendiri dan tidak meniru gaya catatan siapapun. Karena dia tahu, catatannya ditujukan pada Mbak Nana yang lebih menyukai kejujuran dan apa adanya.

disqus_Yx58blBNnt :
Ahok menyampaikan pesan INTEGRITAS dan KEJUJURAN dalam Berkarya
Esensi perkataan Ahok = Kita harus jawab sesuai dengan yang ada di hati nurani, mulut dan otak harus sama.

Anies menyampaikan pesan perlunya BEKERJASAMA (KOLOSAL) dalam berkarya/bekerja (memperjuangkan kemerdekaan).

Jadi ada dua pesan yang berbeda.
Bagi orang awam, perbedaan ini kelihatannya TAK PENTING atau sama saja bobotnya....

Tapi bagi seorang negarawan, saya lebih UTAMAKAN INTEGRITAS daripada Kerja Kolosal.
Kenapa? Karena negara kita ini sudah DARURAT/KRISIS MORALITAS (KEJUJURAN) NYA, bukan krisis KETIDAK-KOMPAKAN.
Jadi Ahok lebih TEPAT SASARAN, karena memfokuskan untuk menangani HAL2 yang KRISIS/PENTING.

Tapi CARA PENYAMPAIAN mereka berbeda...
====================================
1. Ahok gunakan metode CEPLAS CEPLOS (utarakan langsung dari lubuk hati).
Anies gunakan metode RETORIKA (HAFALAN kata2 bijak).

2. Ahok bicara isu2 PRAKTIS
Anies bicara TEORI2 belaka. Makanya Jokowi memecat orang yang cuma PINTAR RETORIKA, tapi MINIM MENUNTASKAN kerjanya.

Orang awam mudah terpesona/terbius oleh perkataan RETORIKA.
Orang bijaksana tidak mudah dibodohin dengan perkataan RETORIKA.

Retorika itu sangat mudah belajarnya...
Ada kursus spesial bagi politikus untuk menghafal kata2 retorika yang manis...
Jadi, orang bodohpun bisa tiba2 tampil dengan kata2 menawan, tapi cuma hafalan RETORIKA belaka.
Contoh konkritnya = Debat presiden antara Jokowi dan Prabowo.
Prabowo itu pintar ngomong retorikanya di sesi penyampaian visi misi. Tapi ketika pada sesi tanya jawab, Prabowo kalang kabut.... Jadi kelihatan bahwa itu cuma hafalan belaka....

Wuranto :
Abis baca tulisan Anies kok ngga ada yg nyanthel ya?

Tia  disqus_Yx58blBNnt :
Saya malah ga bisa menyimpulkan pesan apa yg tersurat di catatan Anies, kirain itu puisi gombal, indah tapi gombal. Kalo hamil amit2 jabang bayi bayinya jangan kaya Anies.

Moontest Sunny  :
untuk mengerti tulisan Anies 
kita harus melayang layang dulu 
terus terjun bebas

KittyKatz :
Kalau yang aku lihat, Ahok terlihat peduli pada Najwa. Dia memberikan tips karena dia tahu akan ada orang lain yang baca surat ini selain Najwa dan Ahok peduli pada mereka. Bahasa Ahok praktis, langsung ke permasalahan dan ditutup dengan harapan. Anies? Njlimet. Dia memakai bahasa langitan untuk mengesankan dia keren. Dia hanya peduli pada satu orang, dirinya sendiri.

Soemagambar :
ketika rakyat sudah memilih
tiada lagi alasan untuk berdalih
tuntutan kemajuan sudah berlebih
meati dijawab dengan bukti yang sahih

rakyat tak lagi mimpi
yang dibuai oleh janji janji
kami semua inginkan bukti
apakah kata kata sehebat prestasi..

terusno cak... kesel aku

Kesan Najwa Syihab Atas Catatan Ahok

Setelah menerima ‘Catatan Ahok.’ Mantan jurnalis Metro TV Najwa Syihab mengakui bahwa ia sangat senang dan mengapresiasi pesan serta doa yang ditulis oleh Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama melalui sepucuk surat, yang kemudian diunggah ke akun Instagram pribadi Ahok, @basukibtp, oleh @timbtp.

"Saya merasa senang dan mengapresiasi surat dari Pak Ahok. Saya rasa, doa Pak Ahok pas untuk saya yang Insya Allah akan terus berkarya di bidang jurnalistik," kata Najwa sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Jumat (31/8/2017).

"Sama Pak Ahok, angle-nya bisa macam-macam. Pak Ahok pernah diundang sama Syahrini dan Raditya Dika, membahas soal orang yang jadi sorotan publik. Jadi, kalau dia bilang geer dikit, harusnya enggak geer karena Pak Ahok memang sering diundang ke Mata Najwa,"

Najwa juga mengungkapkan, saat mengundang Ahok, biasanya diskusi berlangsung menarik. Bahkan, ketika sedang jeda iklan atau saat off air, dia sering beradu argumen dengan Ahok mengenai berbagai hal.

"Seperti saling smash, saya smash Pak Ahok dan Pak Ahok smash saya. Selalu menarik, sering berantem pas off air, berantem adu argumen," ujar Najwa Syihab.(*)


Sumber Referensi
http://www.tribunnews.com/seleb/2017/08/31/dari-balik-penjara-inilah-catatan-serius-berbalut-kelakar-ahok-untuk-najwa-shihab
http://wow.tribunnews.com/2017/08/30/pernah-beradu-begini-bedanya-catatan-ahok-dan-anies-untuk-mata-najwa
https://seword.com/umum/beda-catatan-ahok-dan-anies-untuk-mata-najwa-ahok-tetap-menawan/

Comments
0 Comments