September 19, 2017

Ganyang Teroris Atau Ganyang PKI ??

Tags

Baca Juga



Ceritanya begini bro.. biar ente-ente faham, ini saya kutip dari Kumparan.com. Suatu hari aparat kepolisian menggelar acara seminar bertajuk “Meluruskan Sejarah Pelanggaran HAM tahun 1965-1966“. Tapi acara tersebut dibatalkan. Nah karena dibatalkan, akhirnya LBH atau Lembaga Badan Hukum Indonesia menggelar acara baru yang bertajuk #DaruratDemokrasi.

Acara #DaruratDemokrasi ini bertajuk #AsikAsikAksi, menampilkan seni, puisi menyanyi dan lain-lain, bukan membahas sejarah PKI. Kombes Suyudi, dan Dandim Jakarta Pusat, Letkol Edwin Adrian juga turut hadir disana untuk menyaksikan pertunjukan dan kesenian.

Tiba-tiba, pada jam 10 malam, orang-orang datang berkumpul menggeruduk kantor LBH sambil teriak-teriak ‘Ganyang PKI’ Tolak PKI, seolah-olah acara kesenian tersebut bertemakan “Membangkitkan Kembali Ajaran PKI” yang di duga oleh mereka terkait Komunisme.

Kombes Suyudi yang berada disana menjelaskan kepada masa, bahwa acara tersebut bukan tentang komunisme seperti yang mereka duga, tapi hanya menampilkan pertunjukan seni dan nyanyi-nyanyi saja. tapi masa yang sudah berkumpul tetap bersikeras bahwa acara tersebut harus dibubarkan sambil terus berteriak-teriak ‘Ganyang PKI’ dan lain-lain. Lalu terjadilah aksi lempar-lempar batu dan aksi pukul memukul antara masa dengan pihak kepolisian.

Didatangkan pula water canon dan polisi bermotor trail. untuk mengatasi situasi yang mulai tidak kondusif tersebut, masa akhirnya bubar, polisi sudah menangkap 5 oknum provokator yang menggeruduk kantor LBH kemarin..

Lawanlah Teroris, Bukan PKI


Nah, kalau ini saya ambil dari gatra.com tentang pernyataan buya Syafi’i Ma’arif. Mantan ketua PP Muhammadiah itu mengatakan bahwa kita sekarang harus mulai ‘melawan’ orang-orang yang suka meneyebarkan isu-isu PKI yang tidak jelas.

Kenapa tidak jelas? karena pada dasarnya PKI itu sudah hilang dari muka bumi, jika ada isu-isu PKI di Indonesia itu jelas mengada-ngada saja. Buya Syafi’i menjelaskan bahwa PKI itu berasal dari negara Rusia. Di Rusia sendiri ajaran Komunisme hanya di dukung 13% oleh warga negaranya.

Selain di Rusia, Komunisme juga ada di China, tapi kata buya Syafi’i, China sendiri saat ini sudah menjadi negara Kapitalis yang berpikir modern, bukan negara komunis seperti yang kita duga. Selain Rusia dan China, Ajaran Komunisme juga masih ada di Korea Utara, Negaranya Kim Jong Un, tapi ajaran Komunisme di sana hanya sebagai upaya untuk melanggengkan kekuasaan diktator Kim Jong Un. Artinya, warga Korut sendiri banyak yang tidak setuju adanya ajaran Komunisme, lha wong komunisme di Korea Utara itu ‘dipaksakan’ oleh Pemerintahannya sendiri. Artinya ajaran Komunisme tidak berkembang kemana-mana cukup di Korut saja.

Jadi rada aneh bin ajaib, Indonesia dengan mayoritas penduduknya muslim dan terbesar sedunia kok bisa-bisa nya dikuasai oleh Komunisme. ini komunisme dari mana?? jadi kalau ada isu-isu miring soal bangkitnya PKI dan Komunisme, sesungguhnya itu hanyalah isu yang dibuat-buat saja oleh mereka yang tidak bertanggungjawab.

Nah, soal penyerangan masa terhadap LBH di Jakarta kemarin, oleh Buya dianggap sebagai permainan okum-oknum politik yang tidak ingin negara ini dalam keadaan damai, dan bisa jadi, insiden di LBH itu dimotori oleh orang-orang yang tidak ingin fakta kasus 1965 terungkap.

Buya Syafii justru lebih menghawatirkan isu-isu radikalisme akibat kegagalan demokrasi di Arab, Radikalisme itu lebih membahayakan negara ketimbang isu-isu PKI yang sebenarnya hanya mengada-ngada saja, walaupun ada di Indonesia, PKI itu hanya sebagian kecil saja dan tidak berpengaruh samasekali terhadap Indonesia.

Jadi jelas sudah, siapa yang harus kita lawan. Yakni Radikalisme, bukan komunisme. Terus gunanya apa mereka membesar-besarkan komunisme di indonesia? Ini sebenarnya isu lama di Pilpres tahun lalu, ente-ente tahu sendiri lah, Jokowi itu capres yang selain di isukan sebagai ‘boneka’, Jokowi juga di isukan sebagai antek .......... Komunis.

Aneh ya. Isu lama diputer-puter terus, negara ini kapan maju nya, bukan nya cari duit buat anak istri malah teriak-teriak ganyang PKI, sambil tunjuk sana tunjuk sini sak karepe dhewek. Waktu ada teroris di Thamrin kemana saja bro.... Seharusnya mereka teriak ‘Ganyang Teroris’ bukan ‘Ganyang PKI’. (*)


Sumber Referensi
https://kumparan.com/muhamad-iqbal/kronologi-ricuh-di-lbh-jakarta
https://www.gatra.com/nusantara/nasional/285492-syafii-maarif-isu-kebangkitan-komunis-di-indonesia-dibuat-buat

Comments
0 Comments