September 22, 2017

Fakta !! Jokowi Lebih Hebat Dari Soekarno, Gus Dur, SBY, Ini Sejarahnya

Tags

Baca Juga


1. Lebih Hebat Dari Soekarno

Saya masih ingat ketika masih kecil di ‘dongengi’ oleh guru sekolah, kenapa Soekarno begitu dicintai rakyat? dan omongannya menjadi ‘magnet’ bagi anak cucu bangsa? Begini, kata dia, Soekarno itu suka ‘keluyuran’ ke desa-desa, kadang menyamar menjadi petani memakai tudung dan kaos oblong, Soekarno menganalisa gerakan-gerakan perlawanan para penjajah dengan cara menyamar.

Soekarno bisa tahu strategi melawan Belanda, dia begitu dekat dengan rakyat, dan satu-satunya Presiden yang paling dicintai rakyat. Soekarno itu orang jujur, bahkan tidak segan-segan mengucapkan 'rindu’ kepada seluruh rakyat Indonesia. Suatu ucapan yang memiliki kedekatan emosional dengan rakyatnya, sehingga rakyat merasa memiliki Soekarno.

Hari ini kita menemukan sosok Presiden yang ternyata jauh lebih merakyat dari Soekarno, ia adalah Jokowi, ia tidak menyamar sebagai petani agar dekat dengan rakyat, ia dengan terang-terangan masuk ke pasar-pasar, walaupun gaji nya paling tinggi diantara pejabat lain, Jokowi tidak segan-segan makan di warteg dan warung lesehan, menggambarkan betapa dekatnya ia dengan rakyat.

Memang jika dibanding-bandingkan, semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan, Soekarno jika pidato selalu berapi-api, jika dia bicara 'Ganyang Malaysia’ maka seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke akan berdiri memegang senjata siap untuk melaksanakan perintah Soekarno, meski tidak sehebat Soekarno dalam berorasi, tapi Jokowi sangat berpengaruh di kalangan anak muda.

Banyak pendapat mengatakan, Prabowo, capres abadi lawan Jokowi, tidak kalah 'mentereng’ dengan Jokowi, Prabowo bahkan lebih hebat dalam berorasi di depan rakyat, tapi Jokowi memiliki pengaruh luar biasa terutama dikalangan anak muda dan memiliki kedekatan emosional dengan rakyat jelata. Di era tecnologi big data ini, Jokowi bagi saya sudah lebih hebat dari Soekarno. Jokowi adalah merk dagang paling laris di Indonesia. Apapun yang menyangkut presiden ke tujuh ini, tulisan, musik, buku film semua di konsumsi habis oleh masyarakat.

2. Lebih Hebat Dari Soeharto

Soeharto menganggap dirinya sebagai raja Jawa, Presiden satu ini tidak banyak bicara layaknya Soekarno, tapi jangan salah, anggukan kepala dan isyarat matanya begitu berpengaruh bagi ajudan dan para tentaranya, Rakyat di jaman Soeharto lebih banyak terbungkam mengurusi sawah atau kehidupan ekonominya masing-masing, karena rakyat tahu begitu keluar ucapan yang tidak-tidak mengenai Soeharto maka harus siap berhadapan dengan hukum.

Soeharto mempunyai pengaruh luarbisa bagi masyarakat di Indonesia, ia seperti mempunyai satu juta mata dan satu juta telinga yang bisa memantau masyarakat dari sluruh daerah di Indonesia. Dalam pembangunan insfratuktur sudah berapa banyak Pelabuhan atau Bandara baru yang dibangun dari hasil tangan dinginnya, dan bangunan-bangunan itu sampai sekarang masih terawat dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. seandainya Indonesia tidak mempunyai Presiden sehebat Soeharto mungkin sampai hari ini kita tidak bisa mersakan fasilitas-fasilitas umum. Terbukti, Presiden setelahnya bahkan untuk membangun insfratuktur sekalipun masih terkesan 'ragu’ dan penakut, bahkan untuk sekedar 'berhutang’ ke luar negri.

Tapi hari ini, kita menemukan Presiden baru yang ternyata jauh lebih hebat dari Soeharto, orang memaklumi jika di jaman Soeharto, Indonesia berani 'berhutang’ keluar negri karena inflasi belum begitu tinggi, ekonomi Indonesia masih sangat stabil, tapi di Jaman Jokowi, rada aneh sebenarnya menggalakan pembanguan di seluruh Indonesia, berani berhutang ke Luar negri ditengah indexs perekonomian yang semakin merosot, kurs dollar diangka 12.000 bahkan hampir mendekati 13.000, Tapi Jokowi bukanlah presiden penakut, ia yakin bahwa jika hutang dikelola dengan baik, tanpa ada yang berani mengkorup dalam membangun sarana insfratuktur, indeks perekonomian masyarakat akan semakin cepat dan negara bisa melunasi hutang nya setahap demi setahap.

Jika Soeharto membangun jalan dan bandara sebagaimana umumnya, Jokowi lebih hebat lagi, sebab kita kemudian akan mengenal dan menikmati fasilitas 'wah’ yang hanya ada di negri berteknologi canggih, seperti MRT LRT Kereta Listrik dan jalan yang dibangun dari Sabang sampai Merauke, jembatan baru dan Listrik terbarukan yang tidak pernah, atau bisa jadi belum terpikirkan di jaman Soeharto. Saya yakin Jokowi mampu menjadi lebih berpengaruh ketimbang Soeharto. Anak cucu bangsa jika melihat MRT atau Listrik di pedalaman Papua, mereka dengan lantang akan mengatakan bahwa lampu-lampu yang bergelantungan di rumah mereka adalah 'lampu Jokowi’, sebuah simbol baru dari presiden Indonesia yang tidak pernah dilakukan presiden-presiden sebelumnya.

3. Lebih Hebat dari Habibi

Baharudin Jusuf Habibie. semua jasa-jasanya terkubur karena satu kegagalan dalam mempertahankan pulau Timor timur. Di tangan Jokowi, tidak hanya membangun insfratuktur, Jokowi juga mampu mempertahankan keragaman kebhinekaan dan sampai detik ini tidak ada pulau yang’pecah‘ dari Indonesia. Tanah boleh dibeli asing aseng asong, selama tanah itu masih dibawah bendera merah putih, aseng asing asong tidak akan mampu berbuat banyak terhadap negri ini, jokowi mampu mempertahankan kesatuan persatuan bangsa, tidak hanya meningkatkan popularitas, sebagai kepala negara yang mampu mempertahankan kesatuan bangsa, tentu, jelas, pasti, ia lebih hebat dari BJ Habibi.

4. Lebih Hebat dari Gus Dur

Untuk Gus Dur, saya tidak bisa banyak berkomentar, karena jabatannya yang seumur jagung itu ternyata masih sangat berpengaruh bagi seluruh lapisan masyarakat, Gus Dur mampu berdialog dan berdiplomasi dengan semua Presiden di belahan bumi manapun dengan ciri khas dialog ala 'warung kopi’, dialog ini tidak hanya menumbuhkan kepercayaan dari negara luar, juga bisa lebih mendekatkan keakraban ditengah goncangan ekonomi usai reformasi tahun 1998. Gaya santai ciri khas Gus Dur inilah yng tidak dimiliki oleh Presiden sebelum atau sesudahnya, Raja Arab bahkan sampai terpingkal-pingkal mendengar guyonan ala Gus Dur, Fidel Castro yang terkenal seram itu mampu di buat terkekeh-kekeh olehnya, ini menunjukan bahwa Gus Dur mampu berdialog dan mempengaruhi para raja di seluruh dunia se seram apapun mereka.

Gus Dur bahkan dianggap ‘Dewa’ bagi orang-orang Tionghoa, tidak hanya sebagai Presiden, bahkan jika musim Imlek datang yang mereka kenang bukan lagi substansi dan esensi dari imlek itu sendiri tapi imlek sudah berubah menjadi perayaan mengenang 'Bapak Gus Dur’ karena pengaruhnya yang sangat luar biasa.

walhasil, soal lucu dan ngobrol ala warung kopi, kedekatan dengan rakyat dan pengaruh bagi kebudayaan, intelektual, kecerdasan dan keislaman, Gus Dur masih nomor satu dibandingkan Jokowi sekalipun, beruntung Jokowi masih diberi kesehatan dan kekuatan fisik dalam membangun negri, tidak seperti Gus Dur yang lemah dalam fisik. sehingga Jokowi mampu mengungguli gus Dur dalam kerja dan pembangunan insfratuktur. Meskipun dalam hal lain, seperti pengaruh dan lain sebagainya, masih jauh dari dari Gus Dur, Presiden legendaris pemilik ‘Gitu Aja Kok repot’.

Pada kenyataannya, Jokowi sendiri tidak bisa lepas dari 'berguru’ kepada bapak Bangsa yang satu ini, Well, saya lebih suka menganalogikan bahwa Gus Dur Itu Jokowi, dan Jokowi itu Gusdur. sebab dari keduanya kita menemukan banyak kecocokan seperti kesederhanaan, humoris, dekat dengan rakyat dan mampu mempertahankan kebudayaan. Saya melihat Jokowi juga mulai belajar dari Gus Dur dengan cara mengakrabi para ulama, selain dia juga memang sudah dekat dengan minoritas yang terpinggirkan seperti Tiongho dan rakyat Papua. Jadi, apakah Jokowi lebih hebat dari Gusdur? Soal pembangunan infrastuktur ya, meskipun dalam kebudayaan keislaman dan mempersatukan umat yang beraneka ragam belum semaksimal Gus Dur yang pengaruhnya masih terasa di indonesia.

5. Lebih Hebat dari Megawati

Megawati bisa bernafas lebih lega dari sebelumnya, apalagi ketika dia menjual PT Indosat ke tangan Asing. Nama harumnya sebagai anak Soekarno sedikit tercoreng karena tidak mampu mempertahankan aset BUMN. Beruntung pada tahun 2014 ia mampu 'menyerahkan’ komando dan jabatan Capres kepada si anak kesayangan Joko Widodo.

Megawati seolah mengembalikan fitrah keibuannya dengan cara 'melahirkan’ anak-anak yang berprestasi bagi bangsa. Jokowi hebat tak lain karena telah lahir dari 'tangan dingin’ Mantan Presiden Megawati. Jadi apakah Jokowi lebih hebat dari Megawati? Ya tentu saja, meskipun Jokowi tidak bisa melepaskan diri dari status 'simbolisme’ megawati itu sendiri

6. Lebih Hebat dari SBY

10 tahun menjabat, selain dari membengkaknya hutang dan mandegnya beberapa insfratuktur akibat dikorupsi besar-besaran oleh para pejabat dibawahnya, semua prestasi yang telah SBY lakukan seolah terkubur dalam beban hutang negara yang begitu numpuk. Beruntunglah akhir-akhir ini ia semakin berusaha mendekatkan diri kepada Joko Widodo sehingga prestasinya yang sudah tercoreng itu bisa termaafkan dalam ranah sebagai 'manusia’.

SBY juga tidak segan untuk mengikhlaskan dirinya agar lebih dekat kepada Megawati musuh bebuyutan politiknya, dan berusaha membantu kinerja Presiden Jokowi dalam membangun bangsa. Kedepannya semoga SBY bisa melahirkan 'putra terbaik’ dari Partai Demokrat, sebagaimana yang telah dilakukan Megawati kepada Joko Widodo. Bukan hanya putra kandungnya.

Apakah Jokowi lebih hebat dari SBY? Ya, sudah pasti.. Anda juga bisa menanyakan fakta-fakta tersebut kepada mbah Google. Jokowi belum 'selesai’ dalam masa jabatannya, mari kita menilai 'Prestasi’ Jokowi di akhir masa Jabatan. Kita akan melihat raport yang sebenarnya, merah kuning atau hitam, meskipun dalam 3 tahun masa jabatannya ia sudah banyak digembleng oleh fitnah-fitnah keji dan demo besar-besar 212 yang konon siap menjungkalkan dirinya dari Kursi Kepresidenan,

Selama ini, Jokowi masih bermain cantik, sekelas Soekarno dan Gusdur saja bisa dilengserkan, Tapi Jokowi tetap tak bergeming dan duduk nyaman di kursi Kepresidenan. Apapun penilaian anda terhadap Jokowi, ia adalah presiden yang 'SAH’ yang dipilih oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia. Kedepannya kita berharap Jokowi masih mempertahankan permainan cantiknya sebagai presiden dan sebagai manusia.

Dua periode? Haha anda jangan bercanda, iya jokowi pasti dua periode, camkeun itu baik-baik yo le... (*)

Comments
0 Comments