August 29, 2017

15 Dawuh Mbah Maimun Zubair, Tentang Menikah, Ilmu, Habaib Dan Para Mujtahid

Baca Juga


1. Kiai Keturunan 

Seseorang bisa menjadi Kyai karena faktor dirinya, ilmunya, dan ada karena faktor ‘keturunan’. Ishak, Yakub, Yusuf, Ayub. Kenapa mereka bisa menjadi Nabi? itu karena faktor keturunan. Mereka adalah keturunan Nabi Ibrohim.

2. Menikah Dan Kefakiran

Salah satu syarat menikah itu adalah ‘mampu’. Termasuk disini adalah bisa menafkahi. Artinya kalau masih ‘fakir’ berarti masih belum bisa menafkahi. Jika seseorang kepingin menikah tapi masih fakir maka solusinya dua-duanya (antara suami dan istri) harus saling bekerjasama, saling bantu membantu agar rumah tangganya tercukupi.


3. Pernikahan Nabi Adam

Tujuan manusia menikah adalah untuk mempunyai ‘pasangan’ di surga. Maka Nabi Adam mendapat berlimpah pahala karena keturunannya banyak yang saling menikah. Pahala ibadah menikah mengalir ke Nabi Adam. Orang-orang mengatakan Nabi Adam itu melakukan perbuatan dosa. Padahal sebenarnya Nabi Adam banyak mendapat ganjaran pahala karena keturunannya banyak yang menikah.


4. Mati Melajang

Orang yang paling sengsara hidupnya adalah mereka yang meninggal dunia dalam keadaan tidak mempunyai pasangan. Sebab di surga nya, kelak tidak mempunyai pasangan. Sebuah kesalahan besar, adalah jika ada seorang kyai yang tidak mencintai dunia sampai berlebih-lebihan, sampai tidak mau menikah. Menjadi Kyai itu harus bisa menikmati hidup di dunia juga menikmati hidup di akhirat. Jangan terus menerus puasa seumur hidup hehe (tertawa). Di mana letak nikmatnya? Sedangkan di siang hari, orang makan dia malah berpuasa. Jadi itulah yang disebut bagi saya berlebih-lebihan.


5. Mati Muda


Termasuk orang yang sengsara hidupnya adalah orang yang meninggal di waktu muda. Ayah saya selalu mengatakan ingin mati kalau sudah tua. Artinya sudah bisa menikmati hidup di dunia. Dia tidak mau beramal yang tinggi-tinggi yang penting prinsipnya dia masuk surga. Orang amalannya menghafal Quran, ayah saya cukup surat pendek-pendek saja. yang penting beramal dan masuk surga hehe (Tertawa).


6. Tujuan Adam Di Bumi

Nabi Adam diturunkan ke alam dunia ini, tujuannya agar manusia bisa saling menikah, saling mengenal saling berbangsa-bangsa. Dan menikah itu berurusan tidak hanya dengan duniawi saja, tapi juga nanti di akhirat (Punya pasangan di Surga). Makanya Nabi Adam mendapat gelar sofiyulloh, orang-orang terpilih.


7. Pernikahan Adam

Nabi Adam mempunyai anak yang gagal, yakni Qobil. Dan mempunyai anak yang baik yakni Habil. Nabi Adam mempunyai cucu bernama Nabi Syis, Dari Nabi Syis inilah manusia di seluruh dunia banyak yang menjadi keturunannya. Sedangkan di surga, tidak ada pernikahan yang dinikahkan oleh Allah secara langsung kecuali Nabi Adam.


8. Menikah Untuk Akhirat

Pernikahan itu menjadi sangat penting karena kalau masuk surga, kita akan menjadi raja dan istri akan menjadi ratu. Di dalam surga tidak ada rumah tangga seperti di alam dunia. Di surga tidak ada kesusahan kesedihan yang ada hanya kenikmatan dan sistem keluarga kerajaan. Ketika seseorang masuk kedalam surga maka dia akan menjadi raja. Surga itu luasnya 10 kali lipat dari alam dunia. Jika luas surga adalah 10 kali alam dunia maka seseorang yang mendapatkan surga itu artinya dia akan menjadi ‘maharaja’ bukan lagi disebut Raja. Hanya orang-orang pintar saja yang bisa masuk surga. Siapa itu Orang pintar? yakni orang yang pintar dalam pemahamannya terhadap agama, dan hanya sedikit dari mereka yang memahami agama. Akan tetapi Allah tidak membuat ilmu agama menjadi hilang tapi hanya berkurang sedikit demi sedikit.


9. Menikah Dan Kemuliaan Raja

Menikah itu merupakan simbol Kemuliaan bagi seorang manusia dan merupakan prilaku para raja. Jika seorang raja tidak ‘menikah’ maka tumbang kerajaannya Sebab Dia tidak mempunyai permaisuri. Kenapa di Arab banyak kerajaan yang tumbang? Karena raja-raja Arab tidak mengenal yang namanya permaisuri. Anda bisa melihat di Arab Saudi, itu kerajaan besar, tapi disana tidak ada yang namanya permaisuri. Begitu juga Keraton Solo di Indonesia sekarang sudah bubar karena rajanya tidak mempunyai permaisuri. Rumah tangga bisa tentram kalau ada ibu rumah tangga, dan kerajaan bisa ‘Jaya’ karena ada permaisuri.


10. Mengenai Nabi Isa

Mempunyai istri itu wajib dan perintah langsung dari Allah. Makanya tidak ada nabi yang melajang kecuali hanya satu Yakni Isya. Puluhan ribu nabi, semuanya wajib menikah karena alasan wajib mempunyai keturunan.


11. Putri Nabi Muhammad

Nabi Muhammad mempunyai anak laki-laki, yakni Sayid Ibrahim, tapi meninggal sewaktu masih kecil. Semuanya adalah anak perempuan. Sebab Nabi Muhammad itu adalah ‘bapak’ bagi kaum laki-laki di dunia. Anak perempuan Nabi Muhammad, yang bisa sampai dewasa dan menikah hanya ada 4. yakni Zainab, Ruqayyah, Umi Kulsum dan Fatimah. Zainab menikah dengan Abu al-Ash bin al-Rabi, Anak Sayyidatina Halah. Sedangkan Halah adalah adik dari Khadijah (istri Nabi Muhammad). Jadi Zainab itu menikah dengan sepupunya. Dan menikah dengan sepupu itu ‘boleh’ dalam islam. Ruqoyyah Menikah dengan Utsman bin Affan. Setelah Ruqoyyah wafat, Rosulullah menikahkan Utsman dengan Umi Kulsum. sedangkan Fatimah menikah dengan Sayyidina ‘Ali.


12. Tentang Para Habaib

Keturunan Nabi Muhammad banyak yang menjadi wali. Ada yang terlihat ada yang tidak terlihat. Seperti para habaib dan para Walisongo. Masih banyak yang tidak terlihat. Makanya kita disuruh untuk ‘memuliakan’ keturunan nabi Muhammad karena banyak dari keturunan Nabi Muhammad yang menjadi para Wali Allah. dan apabila anda adalah seorang keturunan dari nabi Muhammad yang tidak ‘terlihat’. Maka janganlah diperlihatkan kepada orang lain kehabiban Anda. Karena semuanya sudah diatur oleh Allah mana keturunan yang harus terlihat dan yang tidak terlihat. Tapi pada intinya semua mendapat kemuliaan dari Allah.


13. Tentang Wali-Wali Allah

Kiamat tidak akan terjadi, selama di dunia ini masih ada ulama, itu karena berkah keturunan nabi Muhammad. Para Wali Allah itu ada yang terlihat dan ada yang tidak terlihat. Jika ada wali yang mastur (tidak terlihat) lalu menonjolkan diri maka rusaklah alam dunia ini. sebab semuanya memiliki tugas masing-masing dari Allah


14. Menantu Nabi Muhammad

Nabi Muhammad mempunyai 2 mantu, dua-duanya ahli ilmu. Satu ahli ngaji yakni Sayyidina Ali, kedua Ahli Quran Yakni Sayidina Usman. Maka di Indonesia, Pondok pesantren itu hanya ada dua, kalau tidak Pondok mengaji kitab kuning, kedua Pondok tempat menghafal Quran. 


15. Tentang Para Mujtahid

Al-Quran ditulis pada zaman sahabat, sedangkan Hadits ditulis di zaman tabi’in. Kemudian terjadilah malapetaka yang menghancurkan semuanya sehingga di zaman tabi’it tabi’in ilmu hanya ada 4, yakni Quran Hadits Ijma' Qiyas. Setelah jaman Tabi’it Tabi’in habis, maka timbullah ilmu baru di dalam agama yang mengandalkan akal, disebut ilmu ‘Aqli. Kemudian ada ilmu baru di dalam agama yang dicetuskan oleh para mujtahid yang disebut ilmu Naqli. Maka di jaman Imam Asy’ari dan Imam Maturidi timbullah ilmu Aqli wa Naqli. Memasuki Abad pertama 2,3,4, sampai abad ke5. Barulah timbul ilmu baru seperti Ushuluddin, usul Fiqih, shorof, nahwu dan lain-lain. Tiap-tiap abad pasti muncul ilmu baru yang bermunculan dalam bidang agama. Tapi tahun 1200, 1300 sampai 1400 Hijriah, hingga sekarang ini, tidak ada ilmu baru mengenai agama yang muncul, sebab mempelajari ilmu yang dahulu saja, orang jaman sekarang sudah kesulitan. Terakhir tahun 1100 Hijriah, adalah masa imam Suyuthi yang memunculkan ilmu baru dalam bidang Ushul fiqih. Kemudian ada Imam Al-Barzanji yang memunculkan ilmu Manaqib. Setelah itu habis sudah sampai sekarang.

Sumber Tulisan
Youtub Eko Way Channel

Comments
0 Comments