August 3, 2017

Inilah Kedahsyatan Jurus jokowi Memutar Mata Angin, Hary Tanoe Takluk, Habib Rizieq Kejang-Kejang

Tags

Baca Juga



Memalukan, mungkin hanya itu yang pantas disematkan kepada para tokoh kocak presidium 212. Ketika Hary Tanoe (HT) dijadikan ‘tersangka’ oleh Breskrim Polri karena kasus SMS dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Para alumni 212 awalnya menjadi berang dan ngamuk-ngamuk kepada Bareskrim Polri, lalu mengadakan demo besar di Jakarta meminta kepada aparat untuk melepaskan Hary Tanoe dari Jerat hukum.

Ulah dan aksi mereka ini menjadi bahan tertawaan dan lelucon. Bukankah Al Maidah yang selalu mereka gembor-gemborkan kepada kaum muslimin untuk “mengharamkan” mendukung atau membela orang kapir, dalam tekstualnya, bukan hanya Ahok tapi juga seharusnya Hary Tanoe yang beragama kristen masuk kategori ‘haram’ didukung atau dibela, kenapa hanya Ahok yang dihujat sedangkan Hary Tanoe malah dibela??

Kelakuan lucu dan kocak alumni 212 itu ternyata ditanggapi oleh Habib Rizieq yang saat ini  berada di negara antah barantah. Sehingga Habib Rizieq kejang-kejang meminta secara paksa agar FPI tidak mengikuti para tokoh ketoprak Presidium 212.

Tentu saja, jika dirunut dari awal cerita, sebenarnya mereka terkena jurus Jokowi yang memainkan jurus “memutar mata angin membelah lautan memporakporandakan padang sahara”. Hary Tanoe yang awalnya bersikap sangat memusuhi Jokowi, melawan semua kebijakan Jokowi, sampai-sampai perusahaan yang dimilikinya baik media cetak maupun online agar membenci Presiden ke tujuh itu, tapi Jokowi bersikap adem ayem saja menghadapi serangan maut bertubi-tubi dari Hary Tanoe.

Sekarang, setelah HT menjadi terdakwa kasus ancaman SMS, mau tidak mau akhirnya dia menyerah dan bertekuk lutut dihadapan Jokowi, seperti mobil angkot yang mencari banyak penumpang, Hary Tanoe pun akhirnya berbalik arah. Bahkan Perindo, partai gurem nya itu dia bawa-bawa ke hadapan Jokowi, menyatakan sikap takluk dan siap mendukung Jokowi pada 2019 nanti.

Sepertinya, Jurus Jokowi “memutar mata angin memporakporandakan lautan” ini memang sangat ampuh, semua personel dan prajurit dalam tubuh KMP dipreteli habis-habisan. Setelah Abu Rizal Bakri, Setya Novanto, sekarang giliran ketua partai Perindo yang terkena dampak jurus “memutar mata angin” ala Jokowi.

Sikap Hary Tanoe yang spontan dan secara tiba-tiba ini tentu sangat mengejutkan berbagai pihak, membuat kaget berbagai kalangan, terutama pihak-pihak dalam tubuh KMP sendiri. Jika dulu ada semacam perang opini di media antara TV One dan Metro TV. Setelah Abu Rizal Bakri mendukung Jokowi, TV One dianggap 'habis’. Sekarang media di Indonesia yang paling getol menyerang Jokowi hanya media milik Hary Tanoe. Jika HT berbalik arah mendukung Jokowi, wasalam, berarti sudah tidak ada lagi media yang bisa ‘ditunggangi’ oleh pihak KMP Prabowo SBY Amin Rais. Secara De Fakto maupun De Jure, dipastikan RCTI dan MNC Grup juga bakal melunak di hadapan Jokowi, maka kubu barisan KMP Prabowo SBY sudah dinyatakan koit alias is deat karena sudah tidak mempunyai lagi kekuatan media.

Disamping itu, para demonstran yang dulu membela Hary Tanoe mau tidak mau menjadi kaget dan kejang-kejang, mereka merana sendirian ditertawakan oleh orang se Indonesia akibat mempolitisasi ayat Al Quran. Habib Rizieq di Arab Saudi pun marah dan mengamuk, meminta kepada FPI agar segera mengganti Ustadz Sambo, (yang kemarin membawa-bawa masa  membela Hary Tanoe) agar segera dicopot dari jabatan FPI.

Inilah jurus hebat jokowi, memutar mata angin memporakporandakan kubu KMP. tinggal satu lagi kekuatan KMP di Indonesia, pada 2019 nanti hanya mengandalkan Ibukota Jakarta yang akan dipimpin oleh Anis Baswedan, dari sanalah kekuatan mereka yang akan dimainkan, mungkinkah isu-isu agama seperti haram menyolatkan mayat akan kembali mereka mainkan pada 2019 nanti? Patut kita tunggu jurus -jurus Jokowi selanjutnya dalam menghadapi serbuan kekuatan di Jakarta pada 2019 nanti. (*)





Comments
0 Comments