August 30, 2017

Joss !! Hanya Jokowi Yang Berhasil Menundukan Freeport, ini 5 Fakta dan 5 Keuntungannya

Tags

Baca Juga

5 Fakta Mengenai Freport yang Wajib Anda Tahu

1. Didirikan sejak 1967

PT Freeport Indonesia berdiri sejak April 1967. Lebih dari 50 tahun mereka bercokol di Indonesia, Rp 140 triliun telah di investasikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur berupa jalan, pelabuhan, bandara, kota mandiri, pembangkit listrik, tambang bawah tanah hingga pabrik pengolahan.

2. Luas areal dan jumlah pekerja

Freeport Mcmoran adalah perusahaan tambang terbesar di dunia, di Indonesia tambang ini bernama Tambang Grasberg. Tambang modern ini bisa mengontrol area pertambangan lebih dari 10.000 hektare sampai 202 ribu hektare, termasuk Pelabuhan Amamapare di hilir Timika. Jumlah Pekerja mencapai 12.000 orang.

3. Terbesar di Dunia

Tambang Grasberg adalah tambang emas terbesar di dunia. Tidak heran, perusahaan ini terus bersikeras untuk memperpanjang renegosiasi kontrak dengan pemerintah Indonesia. Pada tahun 2001 kapasitas produksi dari Eksplorasi cadangan tembaga dan emas mencapai 238 ribu ton per hari.

5. Negara Indonesia Terkaya Di Dunia

Pertambangan Freeport dari semenjak di buka sampai sekarang telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. jika jumlah tersebut dibagikan kepada 350 juta Jiwa penduduk Indonesia. Maka setiap satu jiwa rakyat indonesia mendapatkan jatah 2 Ton Emas dan 1 Gram Tembaga. Inilah sebenarnya keadaan masyarakat Indonesia, masyarakat paling kaya di dunia tapi sekarang malah menjadi negara paling miskin.

4. Tidak diolah di dalam negeri

Salah satu bentuk 'kelicikan’ Freeport, mereka mengeruk emas dan mineral lainnya dari perut bumi Papua. tapi hasil tambangnya diekspor dan diolah diluar negri, sehingga membuat pemerintah Indonesia tidak bisa mengontrol berapa jumlah pendapatan dari tambang Grasberg yang sebenarnya.

Menaklukan Raksasa Freport

Baru-baru ini Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati membeberkan tentang hasil perundingan pemerintah Indonesia dengan PT Freeport Indonesia. Dalam status yang diunggah di akun Facebook, Sri Mulyani mengungkapkan kegembiraannya akan persetujuan Freeport untuk divestasi 51 persen sahamnya kepada Indonesia. Setelah melalui beberapa kali pertemuan, kesepakatan pun akhirnya disetujui pada hari Minggu, tanggal 27 Agustus 2017.

"Setelah 50 tahun dimiliki oleh pihak asing, pemerintah melalui kepemimpinan Presiden Jokowi, berhasil menguasai 51 persen saham Freeport sehingga menjadi milik Republik Indonesia. Suatu hasil perundingan yang luar biasa. Selama ini, saham pemerintah Indonesia hanya 9,36 persen,Beliau (Presiden Joko Widodo) menghendaki agar negara Indonesia mendapatkan manfaat yang optimal dari keberadaan tambang tembaga, emas dan perak di Papua tersebut.” Tutur Sri Mulyani seperti dilansir dari akun Facebook-nya, Rabu (30/8/2017).


Berikut adalah kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan PT Freeport. Seperti yang dilansir dari Liputan6.com :

1. Landasan hukum yang mengatur hubungan antara Pemerintah dan PT Freeport Indonesia akan berupa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), bukan berupa Kontrak Karya (KK).

2. Divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen untuk kepemilikan Nasional Indonesia. Hal-hal teknis terkait tahapan divestasi dan waktu pelaksanaan akan dibahas oleh tim dari Pemerintah dan PT Freeport Indonesia.

3. PT Freeport Indonesia membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter selama 5 tahun, atau selambat-lambatnya sudah harus selesai pada 2022, kecuali terdapat kondisi force majeur.

4. Stabilitas penerimaan negara. Penerimaan negara secara agregat lebih besar dibanding penerimaan melalui Kontrak Karya selama ini, yang didukung dengan jaminan fiskal dan hukum yang terdokumentasi untuk PT Freeport Indonesia.

Berapa Uang Yang Harus Dikeluarkan Indonesia?

Mari kita menghitung dengan metode Fair Market Value, berdasarkan nilai cadangan dengan masa kontrak sampai 2041. Jika nilai 100% saham PT Freeport Indonesia adalah sebesar US$ 15,9 miliar, alias kurang lebih Rp 211 triliun. Maka nilai 51% saham yang harus dibeli oleh Pemerintah Indonesia adalah sekitar Rp 107 triliun.

Jika Indonesia mengandalkan Aset berupa Antam, Bukit Asam, dan Timah, kemungkinan BUMN Indonesia tidak mencukupi untuk membelinya. Solusi kedua, Jika Indonesia pinjam uang, tentunya uang pinjaman tersebut harus layak dan tidak boleh sampai melanggar aturan debt to equity ratio. Kalau memakai metode ini, maka nilai 100% saham Freeport adalah US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 78 triliun. Berarti nilai 51% saham yang harus dibeli Indonesia adalah sekitar Rp 40 triliun.

Lima Keuntungan ‘Menaklukan’ Freeport

1. Memperkuat kontrol atas sumber daya alam di Indonesia.
Dengan dibelinya saham 51% Freeport, maka Indonesia akan mudah mengontrol jumlah 'penghasilan' yang sebenarnya, terutama dalam bidang emas tambang, antam dll.

2. Memakmurkan suku dan pemerintah daerah Papua.

Yang tak kalah pentingnya, kesengsaraan rakyat Papua selama lebih dari 50 tahun, yang selama ini hanya menjadi ‘budak’ asing. Sekarang mereka bisa ‘menikmati’ hasil dari keberadaan tambang emas tersebut. Dengan 51% saham yang dimiliki Indonesia. 5% sampai 10% hasil keuntungannya bisa disinergikan dalam bentuk pendidikan dan pembangunan di Papua.

3. OPM Akan kembali ke Pangkuan Indonesia
Kita sudah tahu bahwa di Papua ada gerakan Organisasi Papua Merdeka yang sudah bergerak demi ‘melepaskan’ diri dari Indonesia. Tujuan mereka ingin ‘bercerai’ tak lain untuk demi mendapatkan kekayaan terutama di sektor pertambangan milik Freeport. Papua selama ini hanya menjadi ‘anak tiri’ dari Indonesia. Dengan Freeport di tangan indonesia secara langsung, maka saluran dana nya akan digenjot untuk pembangunan di Papua, otomatis OPM dan gerakan-gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI, secara pasrah akan tunduk dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi

4. Menunjukkan Indonesia Sebagai Negara Berdaulat.
Dengan 51% Saham Freeport di tangan Indonesia, menunjukan kepada ‘dunia’ agar tahu, bahwa Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi, bukanlah pemerintahan ‘boneka’ yang bisa dengan seenak udelnya dipermainkan oleh negara-negara adidaya.

5. Meningkatkan pendapatan negara.
Tentunya Dengan 51% Saham Freeport di Tangan indonesia. dengan begitu, uang ratusan bahkan ribuan triliunan akan mudah disalurkan pemerintah Indonesia untuk memajukan kekuatan ekonomi.dan melunasi hutang-hutang negara.

********
Sumber Referensi
Liputan6.com
Kompas.com
Detik.finance.com
Brilio.net
Bisnis.com

Comments
0 Comments