Pelajaran Caci-Maki dari Manusia Indonesia


Alangkah nikmatnya menjadi manusia Indonesia. Disini kita diajarkan memaki oleh orang-orang tua kita, diajarkan selfy dan narsis oleh emak-emak dan diajarkan centil dan alay oleh anak-anak muda kita.

Di China, Facebook itu dilarang. Di Singapure, jangankan buang sampah, buang ludah saja nggak boleh, di sini? Ludah sampah serapah boleh anda buang seenaknya.. di Saudi, emak-emak tidak boleh nyetir mobil, tidak boleh punya SIM, di negara ini? Ketika emak-emak lampu sen nya ke kiri tapi beloknya ke kanan malah jadi becandaan, dan kita masih bisa tertawa bahagia,

Kurang apa Negara kita ?? Kurang apa coba?? katanya hutang negara kita 2.608,8 triliun tapi tidak pernah kita jumpai orang kelaparan ketika berbuka puasa, rokoknya Dji Sam Soe, HP nya merk Samsung yang harganya setara motor Mio, kurang bahagia apa coba? begitu nikmatnya menjadi manusia Indonesia, kenapa malah mau diarabisasikan ?. Di PKI-kan, di China kan, di kopar kapir kan...

Budaya kita paling kaya di Dunia, Bill Gates dengan bangga memakai batik, Barrak Obama jauh-jauh datang ke Indonesia cuma kepingin makan Bakso dan kerupuk. Maka, orang kampungan dan kuper itu sesungguhnya adalah orang Indonesia yang tidak bangga menjadi manusia Indonesia.

Maka ajarkanlah kepada anak cucu bangsa ini untuk berpuasa, terutama dari cacimaki sumpah serapah kopar-kapir di bulan yang suci penuh rahmat ini, jika tidak mampu berbicara yang baik-baik, maka tutuplah mulutmu, karena kita lebih bahagia dari mereka yang tidak berpancasila..

*Allahumma Sholli 'Ala... Muhammad*