Misteri Ujung Kulon, Pulau Badak Bercula Satu

Tags




Meskipun saya lahir di Pandeglang, tapi belum pernah, sampai detik ini saya menginjakkan kaki sampai ke Ujung Kulon. Pertamakali mendengar kisah mistis Ujung Kulon dari sahabat saya, dia pernah berziarah ke Sanghyang Sirah, Wallahu a’lam, saya tidak begitu tertarik mengenai asal usul siapa itu Sanghyang Sirah, tapi menurut kabar cerita, bila kita menginginkan hajat tertentu, seperti gedung walet ingin ramai, kepingin dapat kekayaan atau macem-macem urusan hajat duniawi, kebanyakan orang berziarah atau bertapa selama beberapa hari di depan Kuburan Sanghyang Sirah.

Karena saya sendiri  belum pernah ke sana, jadi ini hanya mendengar saja dari teman-teman saya, Makam Sanghyang Sirah berada di sebuah pulau kecil, disebuah guha. Kalau mau ke sana, kita harus naik perahu terlebih dahulu. Kenapa di sebut Sanghyang Sirah? sebab Pulau Jawa ini di-ibaratkan tubuh manusia, Jawa Timur sebagai Kaki nya, Jawa Tengah sebagai perutnya, sedangkan Banten sebagai kepala nya. Sirah itu artinya "Kepala", jadi Sanghyang Sirah diartikan sebagai leluhur atau penjaga yang berada di wilayah “Kepala” dari Tanah Jawa.

Bagi anda yang mempunyai ilmu mistik, menurut kabar cerita, tidak afdhol jika belum berziarah ke makam Sanghyang Sirah, Wallahu a’lam, saya tidak begitu percaya dengan begituan, bagi saya, hidup itu bukan tidak afdhol jika tidak ziarah ke Makam Sanghyang Sirah, tapi tidak afdhol jika belum pernah ke Mekkah dan berziarah ke makam Rasulullah.

Kawan saya, suatu malam dalam pertapaannya di makam Sanghyang Sirah itu, malam-malam, kopiah yang dia pakai tiba-tiba terbang ada yang mengambil dan menghilangkannya, teman saya tentu saja kaget, dan dia mencari kopiahnya itu, sekilas, itulah kemistikan di makam Sanghyang Sirah.

Apalagi yang mistik? yang mistik adalah adanya harta karun di Ujung Kulon, tepatnya diantara pulau Jawa dengan pulau Panaitan. Menurut kabar cerita, dahulu sekali, ada bangsa Belanda yang akan lari membawa peti emas dan perak, penuhnya hampir berton ton kapal yang akan dilarikan dari Jawa ke Belanda, akan tetapi, kapal itu tenggelam saking beratnya menahan beban, seluruh awak kapal meninggal dunia disana, mereka terkubur ke dasar laut bersamaan dengan harta emas berton ton kapal.

Apakah ada yang bisa mengambil emas-emas itu? banyak, banyak sekali yang mencoba nya, mulai dari orang pintar sampai orang karuhun, orang kampung pedalaman, tapi semua pengorbanan mereka hanya sia-sia belaka, sebab ternyata harta-harta emas itu ada penunggunya, ada yang menjaga nya dari alam gaib, dan makhluk gaib itulah yang katanya menenggelamkan kapal di jaman Belanda. Itu lah salah satu mistiknya Ujung Kulon.

Sudah di situ? belum, masih ada lagi, jika kita masuk ke desa Ujung Jaya, atau mulai masuk gerbang di Desa Taman Jaya, maka jangan pernah berniat macam-macam. Konon, ujung kulon adalah pulau yang sama sekali asing dari dunia luar, wisata dan pantainya memang paling indah, sangat indah, disana ada berbagai macam batu-batu besar seperti diukir oleh para pengukir handal, ditambah laut-nya yang sangat indah membiru, tapi apakah keindahan semua itu tersentuh oleh para investor yang katanya banyak uang? Tidak, itu karena ujung kulon menurut riwayat masyarakat, dijaga oleh makhluk-makhluk gaib, sehingga tidak sembarangan orang bisa menuju ke sana. Nah suatu hari, rombongan kawan-kawan saya menuju Desa Ujung Jaya (ini masih disebut gerbang Ujung Kulon), lalu ditengah jalan mereka dicegat oleh rombongan buaya yang saling menganga ditengah jalan. ini bukan buaya asli, tapi buaya jadi-jadian, dan ada penunggunya, sampai-sampai, diantara rombongan ada yang kesurupan karena berbicara aneh-aneh selama perjalanan.

Jadi, ditengah jalanpun sudah ada penunggunya, padahal belum masuk area ujung kulon. apalagi jika sudah masuk ke area ujung kulonnya tentu lebih berbahaya lagi, Wal hasil cerita ini, saya dapat hanya dari mendengar saja dari orang-orang dan teman-teman saya, pesan saya, jangan pernah takut selama anda dekat dengan Tuhan, jangankan masuk area Ujung Kulon, masuk ke area Neraka Jahanam pun anda akan tenang-tenang saja, artinya tidak ada yang perlu anda takuti selama masih berlindung kepada Allah,.(*)