Bisakah Bermimpi dengan Rasulullah ?


Apakah seseorang bisa bermimpi dengan Rasulullah setiap hari? Bisa, bahkan tidak hanya melalui mimpi, dengan mata kepala sendiri juga bisa. Guru kami Syekh Anwar Manshur sering mengatakan, ketika kamu membaca Sholawat, bayangkan Rasulullah hadir memegang tanganmu "Adrikni ya Rosulallah.." Sambil membayangkan bahwa Rasulullah ada bersama kita, duduk dan tidur disamping kita.

Lalu apakah bayangan dan mimpi itu sama?. Ya, sama benar nya, sama nilai nya. Pertanyaannya mungkin lebih kepada, "APAKAH KITA MAMPU MEMBAYANGKAN WAJAH ROSULULLAH??" Maulana Al-Habib Luthfi kalau Diba'iyyan, ketika Mahalul Qiyam sering berbisik kepada anak-nya, "Rasulullah Hadir... Rasulullah telah datang".

Habib Umar ketika mengadakan pengajian, tiba-tiba berdiri dan mengatakan kepada jamaahnya "Nabi hadir di tengah kita.." Lalu beliau menangis "Undzur ilaina Ya Rosulallah.." jamaah nya mengangkat tangan serentak membaca amin. Apakah ini mimpi?. Tidak, Rasulullah selalu bisa hadir kapan saja tidak hanya melalui mimpi, hanya saja kita tidak mampu "Melihatnya".

Seorang wanita di Sidney mendatangi Masjid dan melihat Rasulullah memakai Jubah hijau, akan tetapi jamaah di dalam Masjid tidak ada satupun yang melihat baginda Nabi, Ketika Rasulullah hilang dari pandangan wanita itu, ia lalu mencarinya di luar masjid, di jalan, di sudut-sudut desa, kemana Nabi pergi?.

Rasulullah menasihati kita dengan ungkapan "Ketika engkau solat, bayangkan/hadirkan Allah, seakan-akan engkau melihat Allah, apabila engkau tidak mampu melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihatmu" Jadi, jangankan Nabi, Allah saja bisa terlihat, tidak hanya melalui mimpi. Jika ada orang solih berkata "Saya melihat Rasulullah setiap hari" apakah saya percaya? 100% saya percaya, karena Rasulullah itu real, nyata adanya. bukan makhluk fatamorgana.

Asep Bahtiar Pandeglang

This Is The Oldest Page