Pemikiran dan Ajaran Marxisme yang Menyesatkan, Bapak Komunis Dunia



Marx adalah seorang filsuf yang terus diperdebatkan di dunia internasional karena pandangan dan pemikirannya yang menyesatkan. Jumlah filsuf yang pendapatnya sangat kontroversial ketika Marx masih hidup jumlahnya hanya dalam hitungan jari, sehingga ketika Marx muncul, dunia menjadi heboh dan gempar.

Marx Lahir pada 5 Mei 1818, Marx adalah salah satu pemikir terkemuka yang paling banyak terlibat dalam pemikiran kemanusiaan selama 200 tahun. Umat ​​manusia masih memperlakukan Marx, yang pandangannya salah ini, sebagai orang yang memiliki gagasan benar. Bahkan hingga saat ini, di hampir seluruh Eropa, gagasan-gagasan Marx masih diikuti banyak manusia.

Marx, adalah salah satu musuh terbesar masyarakat bebas dan terbuka, ia termasuk salah satu pemikir utopis totaliter terbesar dalam sejarah. Dengan utopia totaliter yang disebut masyarakat tanpa kelas, Marx menyebabkan kehancuran besar nilai kemanusiaan dengan menyeret sebagian besar umat manusia untuk mengikuti pemikirannya.

Marx, yang seorang sosialisme canggih dan fiksi komunismenya tidak pernah disadari oleh banyak orang ini benar-benar seorang yang menyesatkan, ia adalah seorang pemikir yang secara intelektual benar-benar payah. Ketika ada fluktuasi ekonomi, sosial dan politik, krisis dan masalah di dunia, banyak orang segera bertanya apakah Marx benar atau tidak?. Ini merupakan kesalahan terbesar untuk memperlakukan Marx sebagai nabi masa depan dan berpikir bahwa setiap masalah yang akan dialami umat manusia dalam pandangannya dapat dipahami dan dianalisis melalui pemikiran si Marx ini.

Marx adalah seorang pemikir yang membenarkan dan mengagungkan penggunaan kekerasan untuk merealisasikan utopia ideologisnya. Ia selalu menimbang bahwa jalan untuk membangun kediktatoran proletar adalah melalui kekerasan dan revolusi, Marx menganggapnya sah untuk memaksakan pandangannya melalui kekerasan.

Para diktator berdarah dingin, seperti Stalin dan Mao, yang telah mengikuti jejak si Marx, telah melakukan barbarisme dan kebrutalan terbesar terhadap umat manusia dalam proses revolusi. Marx memiliki gagasan sistem pemuliaan dan pembenaran dalam hal kekerasan dan kehancuran terhadap manusia.

Marx tidak pernah mempertanyakan otoritas, dan lebih melihatnya sebagai suatu kebenaran untuk mematahkan semua kebebasan manusia demi mendapatkan kekuasaan. Ideologi sosialisme Marx tidak membawa apa pun kecuali pada kehancuran dan barbarisme kepada umat manusia. Marx tidak dianggap sebagai pemikir peradaban di mana kebebasan, keadilan dan perdamaian harus diutamakan.

Marx adalah seorang pemikir yang mendukung penindasan dan dogmatisme. Merupakan bid’ah besar untuk memperlakukan Marx sebagai seorang nabi yang mengungkapkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang akan selalu dia keluarkan setiap saat.

Ini adalah kebutaan mental yang hebat dalam meningkatkan segala macam tingkat ideologis dan imajiner ke tingkat pemikiran yang retak di dalam diri si Marx ini. Bayangkan saja, demi membentuk kepentingan konstan di masa kini. Setiap orang dinilai olehnya sebagai arsitek dari utopia komunis di alam semesta, yang mengarah akan fantasi kebrutalan sama seperti si Marx ini, pemikiran menyesatkan ini diturunkan terus-menerus oleh si Marx, dieksploitasi habis-habisan untuk mendapatkan sebuah ideologi kekuasaan dan hegemoni.

Dengan ideologinya, Marx telah menolak politik dan paham kemanusiaan, dan dia telah membuat kesalahan besar dengan berpikir bahwa ideologi itu nyata. Pemikiran ini telah lahir dalam 200 tahun proses sejarah panjang bahwa tidak ada masa depan menurut pandangan si Marx, semuanya hanyalah ilusi yang disebut komunisme.

Marx adalah nabi palsu yang membenarkan kesalahan. Marx membela kritiknya tentang kapitalisme pada tingkat kelahiran religius dan menjadikannya sebagai kebenaran mutlak. Kesalahan terbesar dari Marx adalah ia selalu berpikir bahwa sejarah umat manusia terdiri dari perjuangan antar kelas.

Marx mengklaim bahwa kapitalisasi haruslah memeras buruh dan bahwa proletariat pasti akan merebut kekuasaan nomor satu. Pusat klaim Marx ini tidak pernah disadari manusia. Akhirnya manusia dikotak-kotak olehnya sebagai kelas pekerja, proletariat, dan hingga saat ini pemikiran si Marx ini belum menjadi tujuan yang sistematis, sehingga ia melegalkan untuk merampas pabrik.

Khayalan Marx yang diekspresikan sebagai kontradiksi internal kapitalisme tidak pernah memberi jalan kepada sosialisasi seperti yang diharapkannya. Dengan kata lain, kaum proletar, ataupun buruh harus mencapai kesadaran suatu kelas bahwa perjuangan tiap-tiap kelas ini diperlukan.

Marx bernubuat dalam proses sejarah, bahwa masa depan berada di tangan komunisme, di mana kepemilikan pribadi akan bangkit dari sudut pandang dan menjadi milik kolektif. Bertentangan dengan nubuat si Marx, kepemilikan pribadi malah tidak pernah dibangkitkan, dan komunisme utopis tidak pernah terwujud.

Marx telah mengajukan kritik terhadap kemajuan ekonomi. Marx telah salah dalam berpikir bahwa pemikiran ekonominya yang salah diklaim sebagai kebenaran. Alih-alih melihat dirinya sebagai seorang ekonom pada tingkat moderat, Marx malah memposisikan dirinya sebagai seorang penyelamat yang diharapkan bisa menyelamatkan umat manusia.

Peringatan ke-200 tahun pemikiran Marx tidak bisa diubah menjadi kesempatan untuk mengatakan bahwa ucapan-ucapan Marx selalu benar. Penting untuk mengatakan bahwa Marx, yang menyusun ideologi dan utopia totaliter ini selalu berada di jalur yang salah.

Warisan yang ditinggalkan oleh Marx adalah warisan berbahaya yang penuh dengan kesalahan dan penyesatan. Alih-alih mengejar upaya yang tidak efisien untuk merayu Marx dan menghubungkannya dengan dunia saat ini, Marx perlu berbicara tentang ketidakpeduliannya terhadap orang-orang kontemporer dan dunia saat ini.

Setelah lebih dari 200 tahun kelahirannya, adalah mungkin untuk mengatakan tentang warisan Marx: bahwa gagasan Marx tidak menciptakan nilai plus kepada manusia, hari ini, esok atau di masa depan, karena ia tidak pernah membicarakan soal moral dan spirit nilai kemanusiaan kepada seluruh umat manusia, ia tidak pernah berbicara tentang kebebasan, keadilan dan perdamaian.

Biografi Bernard Lewis, Tokoh Gelap Zionis yang Memusuhi Islam dan Timur Tengah


Bernard Lewis, salah satu tokoh paling penting di dunia Barat yang meneliti Timur Tengah, meninggal pada usia 101 tahun (1916-2018). Lewis adalah nama yang sangat terkenal di negara Arab.

Bernard Lewis menggambarkan dirinya sebagai sejarawan Timur Tengah dan melihat hidupnya sebagai petualangan dan sejarawan. Selain menjadi sejarawan, Lewis hidup sebagai seorang ideolog, politisi, dan Zionis fanatik dan Barat.

Sepanjang karir akademisnya, Lewis tidak mengevaluasi dunia dan Timur Tengah dengan kematangan akademisnya dan ia selalu menggunakan karya akademisnya dalam mengomentari dunia ideologisnya.

Lewis mengklaim kompleks inferioritas delusi fanatik Muslim yang bertumpuk selalu bergerak pada imperialisme Barat, sedangkan Zionisme telah mencoba untuk menyembunyikan geografi yang merusak tatanan agama Islam.

Bernard Lewis telah membela Zionisme sepanjang hidupnya dan telah mendukung imperialisme Israel. Lewis menolak hak warga Palestina untuk menjadi milik negara, dan membela eksistensi Israel sepanjang sejarah dengan mengatakan bahwa tidak ada negara Palestina di wilayah Palestina.

Lewis menggambarkan dirinya sebagai salah satu sejarawan Timur Tengah yang terbesar, Perdana Menteri Israel Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan selamanya bersyukur atas pertahanan Israel yang gigih, dan bahwa kebijaksanaan Lewis akan selalu membimbing mereka di masa depan.

Lewis adalah seorang fanatik yang membela Israel dan Zionisme sepanjang hidupnya. Lahir dan dibesarkan dalam keluarga Zionis, Lewis secara aktif menghabiskan masa mudanya di organisasi pemuda Zionis.

Lewis mempertahankan identitas Barat dan simbol Zionis di atas segalanya. Lewis, yang telah melayaninya di Dinas Intelijen Inggris dalam jangka waktu yang lama, ia selalu percaya bahwa pembentukan, permanenisasi dan pendalaman kekuasaan Anglo-Amerika-Zionis di Timur Tengah sangat diperlukan.

Selain menjadi akademisi dan sejarawan, ia selalu mendasari hidupnya untuk menjadi seorang Zionis dan seorang Barat. Meskipun Timur Tengah mengungkapkan semua karya-karya serius dari kualitas akademik dalam sejarahnya tidak pernah membedakan identitas akademisi dan ideologisnya.

Lewis memiliki reputasi di dunia akademis sebagai peneliti terbesar yang tinggal di Timur Tengah. Lewis adalah sosok gelap dan kotor yang berperan sebagai Rasputin intelektual ke Neocons dan Gedung Putih.

Lewis berada di kepala tokoh-tokoh Israel untuk meyakinkan Bush dan pemerintahannya bahwa Amerika harus memerangi Irak. Wolfowitz pernah mengatakan bahwa front dari kalangan intelektual yang mendukung invasi Irak adalah Lewis, dan Lewis menuntun mereka untuk memahami sejarah kompleks Timur Tengah.

Lewis secara konsisten mendukung pendudukan dan penghancuran, oleh Amerika dan Israel di geografi Timur Tengah. Sepanjang hidupnya, Lewis, adalah seorang pendukung imperialisme Barat dan Zionis, ia telah mempertahankan identitas aslinya di belakang dengan seorang sarjana dan sejarawan palsu. Bekerja untuk penyebaran perang dan kehancuran di Timur Tengah.

Lewis sepanjang hidupnya dihabiskan belajar banyak di Amerika, terutama Inggris dan orang-orang Yahudi diyakininya sebagai orang Barat untuk semua masyarakat Barat, Islam hanya untuk Muslim dan ia mencoba untuk menjelaskan bahwa Islam musuh mereka. Dia mengatakan: "Kami tahu siapa kami dulu, siapa musuh kami, bahaya dan masalah yang kami hadapi. Hari ini kita tidak tahu siapa kita, kita tidak tahu masalah dan tidak tahu sifat yang tepat dari musuh kita."

Lewis, seorang imperialis yang berpikir bahwa Islam dan Timur Tengah adalah musuh bagi peradaban barat, dan tentunya identitas Barat harus terus diperbarui atas dasar memusuhi Islam dan umat islam.

Lewis berpendapat bahwa konflik antara Islam dan Barat tidak dapat dihindari, adalah ia yang sebenarnya pemilik dari segala konflik antarperadaban. Pada tahun 1957, Lewis menggunakan konsep konflik antarperadaban. Huntington membuat tesis Lewis tentang konflik antar peradaban atas dasar sistem dunia di era pasca-Perang Dingin.

Muslim yang membenci Barat sepanjang sejarah, dipandang sebagai musuh. Dia berpikir bahwa fokus pada Islam dan Muslim sebagai musuh sejati adalah masalah kelangsungan hidup bagi Barat, daripada menghabiskan energi dengan masalah internal Barat.

Lewis, adalah musuh Islam yang sebenarnya di dunia Barat, ia adalah seorang berkepribadian gelap dan jahat yang meng-akademisi dan menanam kebencian dan permusuhan kaum Muslim. Lewis, banyak mempengaruhi antar Muslim-Barat dengan darah, kebencian, permusuhan. Lewis meneliti, mempelajari dan menulis Islam dan Timur Tengah sebagai musuh.

Ciri-Ciri Tawadluk yang Sempurna, Tidak Hanya Kepada Manusia, Tapi Juga Terhadap Alam



Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas  pada yang lain.” (HR. Muslim).

عَنْ عُرْوَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ أي شَيْءٌ كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ عِنْدَكِ؟ قَالَتْ: “مَا يَفْعَلُ أَحَدُكُمْ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيُخِيْطُ ثَوْبَهُ وَيَرْفَعُ دَلْوَهُ”

Urwah bertanya kepada ‘Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala bersamamu (di rumahmu)?” Aisyah menjawab, “Beliau melakukan seperti apa yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya. Beliau mengesol sandalnya, menjahit bajunya dan mengangkat air di ember.” (HR. Ahmad)


*********
Saya teringat seorang kawan yang suka memelihara burung, banyak rezeki yang dia dapatkan dari memelihara hewan ini, tapi saya salut, penghormatannya kepada alam luar biasa, sampai semua hewan peliharaannya mempunyai nama masing-masing.

Di ujung kulon terdapat sebuah ‘wilayah’ dimana banyak kejadian orang menghilang tanpa jejak, sempat saya bertanya mengapa demikian? seorang pakar supranatural menjawab “Itu karena mereka tidak punya rasa tawadluk terhadap pohon-pohon di sana”.

Orang yang pergi haji ke Mekkah, salah satu larangannya selain diharamkan memburu binatang juga tidak boleh mematahkan dahan pohon.

Islam sebenarnya sudah mengajarkan umatnya tentang tawadluk terhadap alam, tidak hanya tawadluk terhadap makhluk hidup, guru-guru orang tua dan para sesepuh. Sunan kali jaga mengejar Sunan Bonang karena tertarik dengan tongkat yang bersinar keemasan di tangannya, sampai dirampasnya dan sunan Bonang tersungkur lalu menangis. Kalijaga bertanya? Mengapa jadi orang tua kamu cengeng sekali? Sunan bonang menjawab, ia menangis bukan karena tongkatnya yang dirampas, tapi karena rumput tak berdosa yang terkoyak akibat tubuhnya menyeret tanaman itu.

Sedangkan kita? bahkan terhadap umaro’ pemerintah, pejabat, presiden, kompleksitas umat dan perbedaan pendapat saja tidak punya rasa tawadluk dan saling menghormati apalagi terhadap tanaman, binatang bebatuan dan alam-alam lainnya.

Maka bagaimana sebenarnya ciri-ciri tawadluk itu? Mengamalkan ketawadlukan sebenarnya tidak hanya tawadluk terhadap manusia, tapi juga terhadap alam, terhadap makhluk hidup yang ada di dunia ini.

Al-Ghozali ketika sudah wafat, dia mendatangi saudaranya dalam mimpi, lalu ditanya bagaimana keadaanmu sekarang? al Ghazali menjawab aku mendapat nikmat dari Tuhan, bukan karena mengarang banyak kitab, berdakwah tanpa lelah, tapi gara-gara seekor lalat ditengah malam, yang kubiarkan ia menghisap tinta, tak kuganggu karena aku ridlo terhadapnya.

Di jaman bani isroil, ada wanita pezina, munafiq, tidak pernah solat dan mengaji, tapi ia masuk surga hanya karena memberi minuman kepada anjing yang kehausan ditengah padang pasir.
Tawadluk yang sempurna adalah ketika Tuhan mengujimu dengan mendatangkan semua makhluk ciptaanNya (termasuk manusia pepohonan dan binatang) lalu engkau menghormatinya memuliakannya dan menganggap dirimu lebih hina darinya.

Ceramah Habib Novel Al’Idrus, Tentang Menemukan Jatidiri dan Siapa Aku


SIAPA AKU??
Pertanyaan ini sangatlah simpel, tapi tidak semua orang bisa menjawabnya. Manusia masih banyak yang bertanya tentang bagaimana dan kenapa, tapi tidak pernah menanyakan pertanyaan yang begitu pendek ini.

SIAPA AKU?
Pertanyaan ini juga tidak pernah ditanyakan oleh malaikat munkar nakir, yang mereka tanyakan adalah man robbuka, man rosuluka. Tapi semua pertanyaan itu berikut jawabannya bersumber dari pertanyaan pendek, siapa aku??

Ya, SIAPA AKU??
Saya pernah ‘memaksa’ seseorang untuk menjawab pertanyaan ini, tapi jawabannya malah muter-muter, begini dia menjawab “langit itu ada 7, bumi juga ada tujuh, sedangkan manusia juga ada tujuh, manusia yang disebut manusia itu hanyalah 'jasad', toh ketika ruh dicabut, jasad itu mati tak berdaya. Jadi di dalam diri manusia terdapat manusia, ada maqom basyariah ada maqom al insan, ada maqom al kholil dan lainnya.. Jadi siapa aku? renungkan sendiri olehmu” katanya sambil ngeloyor pergi... “Sial..” geramku dalam hati.

Oke mari kita merenung.. Siapa aku?? Aku ini siapa??
"Saya tidak bisa jawab" kata salah seorang santri yang duduk di majlis al-Roudloh, beruntung yang menjadi pembicara didalam musholah itu adalah Habib Naufal atau Novel al-idrus. Beliau tidak menjawab tapi melemparkan pertanyaan “Bapak ibu sekalian... satu tambah satu itu berapa?”
Serempak mereka menjawab “Dua”
“Dua tambah dua??”
“Empat!!”
“Oke sip.. kita lanjutkan... satu dua tiga empat lima dan seterusnya... kalau ingin menjadi dua... hitungannya satu tambah satu atau satu kali dua??”
Sebelum jamaah menjawab, Habib Novel menjelaskan kembali “Begini begini begini... Sebenarnya dua dan tiga dan seterusnya itu ada atau tidak ada?? kalau tidak ada hitungan ke satu, yang nomor dua itu ada atau tidak ada??”
Kali ini jamaah serempak menjawab “Tidak ada”
“Jadi yang ada itu angka berapa? satu atau dua? yang ada itu cuma.... SATU..!!! ya cuma SATU... sedangkan dua dan tiga dan seterusnya itu cuma bayangan dari angka satu atau penjumlahan dari nomer satu...”

Jamaah mengangguk-nganggukan kepala menandakan bahwa mereka mulai mengerti maksud dan tujuan dari penjelasan sang Habib. Tapi penjelasan sang habib masih jauh dari jawaban yang sesungguhnya tentang “SIAPA AKU??”

Jadi siapa aku, aku ini siapa adalah pertanyaan pendek tapi sungguh rumit jawabannya. Tidak semua orang bisa menjawabnya. kita hanya bisa menerka-nerka saja, tentu saja jawaban aslinya hanya ada di Habib Novel sendiri, sayangnya beliau juga tidak mau menjawabnya. jadi “SIAPA AKU?” jangan dijawab, saya tidak punya hadiah bagi anda yang bisa menjawab pertanyaan ini. cukup direnungkan saja semoga ada berkahnya. sekarang waktunya babagi gogodoh dan pancong haneut. Sekian.

Hubungan Antara Filsafat, Agama dan Sains Manusia Harus Menciptakan Sesuatu.



Hubungan antara Islam dan sains selalu berada di garis terdepan dalam masalah diskursus pemikiran kita.

Sepanjang sejarah. Setelah kematian Fuat Sezgin (Fuat Sezgin (24 Oktober 1924 - 30 Juni 2018) adalah seorang orientalis Turki keturunan Kurdi yang mengkhususkan diri dalam sejarah ilmu Arab-Islam . Dia adalah profesor emeritus Sejarah Ilmu Pengetahuan Alam di Johann Wolfgang Goethe University di Frankfurt , Jerman dan pendiri dan direktur kehormatan dari Institut Sejarah Ilmu Islam Arab di sana. Wikipedia -red). Hubungan antara Islam dan sains telah dibahas secara intensif.

Upaya Fuat Sezgin untuk membawa pengetahuan tertulisnya ke dunia Muslim telah membuatnya mendapatkan tempat terhormat di dunia akademis. Penemuan tempat pengalaman dunia Muslim atas dasar ilmiah akan menjadi kontribusi yang sangat signifikan untuk membawa umat manusia ke dalam semua dimensi sejarah ilmu global.

Aktivitas ilmiah bukanlah penonton dalam kehidupan, di alam semesta dan di lingkungan ini.

Sains adalah tindakan berpartisipasi, menemukan, dan mengintervensi secara aktif dalam kehidupan dan penciptaan.

Dalam sejarahnya, para ilmuwan Muslim telah berusaha untuk mewujudkan kegiatan ilmiah sesuai dengan peluang dan peluang bahwa mereka telah berjuang untuk memahami dan menemukan orang-orang dan kekerabatan yang mereka lihat sebagai ayat-ayat Allah dan untuk menawarkan kontribusi kemanusiaan pada penciptaannya.

Kenyataan bahwa sejarah sains telah menunjukkan kepada kita sebuah kenyataan bahwa sains adalah buah yang dapat diwujudkan, dikembangkan dan matang jika keinginan untuk mencari kebenaran yang sejati, keinginan, motivasi, energi dan gerakan yang selalu ada.

Ilmu pengetahuan bukanlah pengalaman yang bisa terjadi secara kebetulan, kemalasan, tatapan dan inersia. Sains; iman, bidang yang dapat diwujudkan dengan usaha dan tindakan. Ini menunjukkan bahwa mereka yang mengandalkan kesempatan, kemalasan, dan liburan tidak memiliki tempat dalam sejarah sains, dan mereka yang membuat nilai dari niat, usaha, dan gerakan hidup mereka dicatat sebagai aktor dalam sejarah sains.

Fuat Sezgin telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memunculkan kisah-kisah kepribadian Muslim yang mencoba menjadi aktor dalam sejarah sains.

Tuhan telah memberi manusia berkat yang paling berharga yang disebut kehidupan untuk menemukan kegiatan yang bermanfaat di bidang sains, filsafat, seni, sastra dan spiritualitas.

Berkah paling mulia yang dimiliki manusia adalah waktu, ya.. waktu.

Selama orang itu hidup dalam kesadaran waktu, dia mampu menjadi manusia sesungguhnya dan layak tinggal di dunia.

Manusia tidak akan menghasilkan peradaban, sains, filsafat, dan seni tanpa menghargai waktu dan manusia itu sendiri.

Para ilmuwan bukanlah mereka yang menghabiskan waktu secara percuma dan sia-sia.

Disini terlihat bahwa sains, pengetahuan, dan pecinta kebijaksanaan yang bertindak di perpustakaan, di laboratorium dan di pusat sains siang dan malam, selama 24 jam sehari tidak cukup bagi mereka, dan mereka menawarkan kontribusi besar dalam bidang ilmiah dan penemuan manusia yang kita sebut sains.

Sains dan filsafat adalah kegiatan memahami, menafsirkan, mengubah dan menafsirkan kehidupan secara murni dan mendalam.

Sains dan filsafat seharusnya tidak berada dalam kendali dan intervensi manusia dalam ketiadaan dan pembatasan kekuasaan apa pun. Apa yang dibutuhkan untuk sains dan filsafat adalah kebebasan dan gerakan, bukan intervensi dan kontrol.

Tidak ada orang, kelompok atau kekuasaan, otoritas atau referensi tertinggi yang dapat dibuat atas nama sains, filsafat dan agama. Sains dan filsafat membutuhkan peneliti kebenaran dan pencinta pengetahuan yang selalu mengejar pembuatan kata dan menghasilkan kata, bukan pihak berwenang yang mengucapkan kata terakhir.

Kegiatan ciptaan Tuhan terus berlanjut sedemikian rupa sehingga tidak sesuai batas. Karena Tuhan terus-menerus melakukan pekerjaan baru.

Allah telah menciptakan manusia sebagai suatu entitas yang akan selalu melakukan hal-hal baru dalam kehidupan ini dan telah memperlengkapi manusia dengan talenta, sumber daya, akal, dan kemungkinan-kemungkinan yang diperlukan.

Allah telah memberi manusia sebuah nilai yang sangat mulia berupa akal, kerja, dan pemikiran sehingga manusia selalu dapat melakukan hal-hal baru dalam bentuk sains.

Pikiran manusia, berkat usaha dan bekerja untuk memahami rahasia alam semesta dan memiliki kemampuan untuk mengungkapkan sesuatu yang baru di alam semesta.

Sains adalah nama perjuangan bagi umat manusia untuk mengungkapkan sesuatu yang baru di dunia ini. Setiap manusia harus hidup dengan kesadaran berpikir sebagai kehidupan dan aktivitas ilmiah.

Fakta bahwa sains bukanlah aktivitas yang istimewa bagi kalangan kelompok minoritas, jika kita menyadari bahwa kita semua mempunyai kegiatan alami yang harus kita sadari, kita mungkin dapat menempatkannya secara permanen di dalam masyarakat yang kita tinggali.

Ilmu pengetahuan bukan hanya tentang alat, penemuan, dan mesin. Kita harus menyadari sains, sebuah revolusi pemahaman baru yang menjadikan manusia sebagai kehidupan, diri, usaha, pikiran, perasaan, pikiran, dan perilaku.

Islam, yang mempunyai pikiran yang hidup, ingin melakukan aktivitas ilmiah dengan penuh semangat.

Al-Qur'an, panduan bimbingan, bukanlah pendekatan yang saling bersaing dan bermusuhan dengan akal dan alasan lainnya.

Al-Quran terus-menerus menyerukan umat manusia untuk menjalani kehidupan berdasarkan akal. Menyikapi berbagai hal yang membuat orang dari sains, filsafat, tempat suci dan moralitas atas nama spiritualitas, agama, tradisi

Islam dan Al-Qur'an senantiasa menekankan pikiran untuk melindungi hubungan sejati manusia. Studi ilmiah yang harus dilakukan dengan alasan, experiance, kerja dan kekuatan dievaluasi sebagai Islam, kegiatan ibadah. Islam mengajarkan kita bahwa karya ilmiah dan penalaran aktif adalah ibadat sejati.

Terorisme Bukanlah Solusi, Terorisme Hanya Membunuh Islam Itu Sendiri



Agama kami sedang dihancurkan oleh organisasi dan struktur teroris secara berurutan.

Shabaab di Somalia, Sudan Boko Haram, Taliban di Afghanistan dan Dais geng di Timur Tengah, bersamaan dengan kemunculan mereka, secara fisik mereka telah menghancurkan semua sumber daya manusia dan sosial.

Model DAIS dan Taliban memimpin dan menjadi inspirasi bagi munculnya struktur teror dan kekerasan baru.

Di Lahore, perpanjangan Taliban, Jemaat al-'Ara, telah menyebabkan lebih dari tujuh puluh orang kehilangan nyawa akibat serangan teroris.

Fakta bahwa serangan itu terjadi di sebuah taman, yang merupakan tempat yang sering dilalui anak-anak dan keluarga sangatlah bahaya.

Organisasi teroris Jamaat al-Ahrr berusaha melegitimasi terorisme terhadap oposisi non-Muslim dengan mengklaim bahwa orang Kristen menjadi sasaran karena merayakan liburan Paskah.

Taliban telah mengembangkan ideologi dan teologi yang mengatakan bahwa Jamaat al-Hajj dan aksi teroris DAT adalah atas nama Islam.

Kekuatan yang paling penting dari organisasi-organisasi ini adalah penegasan mereka atas nama Islam. Pemahaman khusus harus dikembangkan terhadap aksi-aksi teroris yang telah mengubah Islam menjadi ideologi dan teologi yang efektif.

Kita dapat mengatakan bahwa tindakan teroris ini adalah struktur berbahaya yang menghancurkan infrastruktur budaya, sejarah, spiritual, agama dan moral masyarakat Muslim karena atas nama agama dan melakukan kekerasan sesungguhnya jauh dari Islam.

Sama seperti dalam pembantaian di Lahore, komunitas Muslim adalah target utama kekerasan, seperti DAİS, Jamaat al-Hari dan Taliban.

DAIS adalah seperangkat struktur pikiran yang diciptakan untuk menormalisasi dan menindas masyarakat Muslim. Struktur-struktur ini mencoba menciptakan area hegemoni yang kuat di tengah masyarakat melalui kekerasan dan terorisme.

Organisasi-organisasi ini telah disusun dari awal untuk membangun kedaulatan di semua bidang kehidupan, termasuk masyarakat, negara dan tingkat internasional. DAIS Terinspirasi dari latihan, organisasi teroris yang sedang menargetkan negara mereka sendiri.

Ini adalah kesalahan besar untuk mengurangi hal-hal seperti DAIS, Taliban dan al-Qaeda ke proyek elektif dan militer murni.

Adalah kenyataan bahwa struktur-struktur ini berada di wilayah teologis, sosial, politik, dan budaya yang kuat yang memelihara struktur-struktur ini, meskipun koneksi ke pusat-pusat kekuatan regional dan global yang gelap dan membingungkan.

Tindakan teroris ini harus diisolasi dari dinamika internal masyarakat Muslim.

DAİS, Taliban, Boko Haram, dll, menampilkan diri mereka sebagai wakil Islam dan ummah, sebagai tentara mujahidin yang berjuang untuk pemerintahan Islam dan Muslim. Nyatanya mereka memposisikan orang lain meskipun satu agama dianggap sebagai kufur dan musuh.

Teologi jihadis dan ummah oleh organisasi teroris ini adalah bencana terbesar di dunia Muslim.

Masyarakat Muslim, Islam, sumber terbesar kesadaran Jihadis dan ummah harus kembali memiliki perasaan yang sahih. Struktur teroris ini mencoba mengubah masyarakat Muslim menjadi konflik Sunni-Syiah menjadi konflik yang begitu besar.

Kita dapat mengatakan bahwa gagasan terorisme, seperti DAT, yang membenturkan Islam dengan Islam, dan yang menggabungkan Islam dengan terorisme dan fanatisme, tidak lebih dari membawa kayu bakar pada kehancuran.

Pemahaman ini, bertindak sebagai prasangka dalam bentuk kekerasan Islam, mengklaim sebagai satu-satunya alternatif bagi sekularisme dan solusi bagi negara dan agama yang diimpikan.

DAIS adalah organisasi teroris fundamentalis dengan karakter sekuler. Ia tidak dapat dilawan oleh pendekatan sekuler terhadap kebijakan dan mentalitas yang mengimplementasikan terorisme oleh institusionalisasi agama demi kekuatan sekuler.

Islam adalah agama universal bagi solusi di dunia ini. Islam adalah tanggung jawab seluruh manusia.

Individu Muslim bukanlah orang yang memotong pikiran atau terisolasi dari moralitas. Penting untuk menempatkan Islam dan kemanusiaan di depan kemanusiaan sebagai model kepribadian Muslim yang toleran.

Tidak mungkin bagi seorang Muslim untuk menyetujui hukum anti-kemanusiaan dan perilaku tidak bermoral.

Terinspirasi oleh Islam dalam kerangka hukum, kebebasan, moralitas dan spiritualitas, pemahaman yang tulus dan perkembangan praktis umat Islam akan menjadikan Islam sebagai alternatif nyata untuk eksploitasi dan kekerasan bagi kemanusiaan.

Pergundikan, perbudakan dan pembantaian seperti kekejaman yang dilakukan Dais-Taliban-Boko Haram sebagai struktur teroris yang menghantam Islam itu sendiri, keadilan, kebijaksanaan, multiplisitas, taarrüf, kebajikan, maqosıd prinsip-prinsip perdamaian dan aturan hukum yang sudah baku.

Terorisme sedang mempraktekkan kehancuran dengan merosotnya dimensi kemanusiaan umat Islam. Terorisme adalah ide dan praktik yang merusak dan membunuh Islam.