February 12, 2018

Abuya KH.Fuad Halimi Salim Kaduronyok

Ada banyak kisah yang ingin saya ceritakan di sini, tapi singkat saja, Siapa itu Kiai Fuad Halimi? Profesor, Doctor, Guru Besar Abuya KH Fuad Halimi Salim, adalah salah satu Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ihya, Kaduronyok, Pandeglang Banten, Beliau meninggal pada hari Ahad (11/2) pukul 06.10 WIB. Meninggal dunia pada usia 61 Tahun. Selama hidupnya beliau pernah menjadi penggagas berdirinya lembaga Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). Selain mengelola pesantren dan sekolah formal, almarhum merupakan pengasuh Majelis Dzikir Sansila, dan pernah berkarir menjadi anggota Badan Inteligen Negara (BIN).
***
Suatu hari BJ Habibi Presiden RI, meminta agar Abuya Fuad Halimi berkenan hadir ke Istana Negara karena ada urusan mendadak. Satu helikopter terbang ke Pandeglang untuk menjemput beliau, Tapi Abuya Fuad Halimi mengatakan kepada si pilot agar lekas pulang saja, nanti beliau menyusul ke Istana. Ketika Helikopter kembali ke Jakarta, dan si Pilot akan melapor kepada Presiden, ternyata Abuya Fuad Halimi sudah berada di sana lebih dulu dan sedang asik berbincang dengan Presiden.
****
Abuya Fuad selalu berada di Pandeglang mengurus pesantren dan masyarakat, sedangkan istri dan anak-anaknya selalu berada di Jakarta, tapi kata istrinya, Suami saya (KH. Fuad) selalu ada di sini (di Jakarta)
****
Tahun 2012 ketika ramai pemilihan Gubernur Banten, abuya Fuad mengatakan kepada santri dan masyarakat. Jika kalian ingin si Atut (Gubernur Banten saat itu) cilaka, terkena musibah dan terciduk oleh KPK, maka pilihlah Atut sekali lagi, benar saja, setelah dinobatkan sebagai Gubernur terpilih pada tahun 2013 Ratu Atut beserta Kroni2nya terciduk oleh KPK.
****
Saya bertanya, Kenapa Kiai suka tinggal di gunung? padahal jauh dari kota jauh dari pasar jauh dari pusat pemerintahan jauh darimana-mana? Beliau menjawab saya suka mengintip kelakuan manusia dari atas, itu seperti saya mengintip dunia dari lubang bilik rumah gubuk.
****
Suatu hari saya bertanya, bagaimana pandangan beliau soal Ahok? Ahok adalah orang sombong, saya melihat di hatinya ada sifat merasa berkuasa dan bisa melakukan segalanya, dan kamu akan melihat sebentar lagi dia akan jatuh. Benar saja, setahun kemudian Ahok dipenjara.
****
Setiap tahun Abuya Fuad mengadakan Ziarah walisongo, siapa saja boleh ikut, asalkan bawa mobil pribadi, kebetulan ada tamu (rombongan dari jakarta) yang ikut dengan beliau. Kepada si tamu, beliau mengatakan sebaiknya jangan ikut ziarah, tapi tamu itu tetap kekeuh dan memaksakan diri ingin ikut ziarah bersama beliau. Di tengah jalan, mobil si tamu ban nya bocor dan mesin mobil banyak yang rusak. Beliau menyarankan agar si tamu hendaknya pulang saja kalau tidak ingin ada musibah yang lebih besar, akhirnya tamu itu pun menuruti ucapan beliau.
****
Salah satu santri yang mahabbah kepada beliau bertubuh tambun dan hidungnya bengkok, saya bertanya, abang kenapa hidungnya bengkok? dia bercerita, saya dulu nya adalah seorang penyelendup senjata ilegal, saya ditangkap polisi dan dibawa ke Jakarta, yang nangkep bukan Polda lagi, tapi Polri. Istri saya lari ke Banten meminta perlindungan kepada Abuya Kiai Fuad.. Saat itu saya habis digebukin oleh Polisi sampai hidung saya patah. Kiai fuad nelpon kepada kapolri saat itu, “orang yang kamu gebukin itu anak saya, lepasin dia” polisi lalu melepaskan orang itu lalu benar2 bertaubat dan berikrar akan mengabdi kepada Abuya Kiai Fuad Halimi Kaduronyok.
****
Ada 3 santri beliau yang pergi ke mekkah untuk melaksanakan ibadah haji, sepulangnya dari Tanah Air, mereka bercerita bahwa ketika mereka di mekkah. setiap jam 3 malam, ada Kiai Fuad membangunkan mereka untuk melakukan solat Tahajud, begitu terus menerus setiap hari. Padahal beliau (Kiai fuad) Tahun itu tidak melaksanakan ibadah haji.
****
Aki Fuad bercerita kepada saya, Kiai di Pandeglang yang saya jadikan guru ada dua, pertama Abuya Dhimyati Cidahu kedua Abah Otong Ciandur. Abuya Dhimyati adalah santri dari Bendo Pare Kediri, beliau mondok lama di sana, berguru kepada Mbah Kyai Khozin. Saya bertanya, apakah Aki Fuad satu kurun dengan beliau Abuya Dhimyati ketika mondok di Bendo? Beliau menjawab, bahwa Abuya Dhimyati adalah senior sekaligus guru saya. tidak satu kurun, meskipun kami sama2 mondok di Bendo.
****
Masyarakat desa Timbang gempar, karena pada malam itu sudah tiga kambing milik warga yang dicuri orang, salah satu warga menyarankan agar pergi menemui Abuya fuad. Mereka akhirnya memutuskan pergi menemui Abuya Fuad, saat itu beliau sedang tiduran di teras rumah. belum juga kaki mereka menginjak teras, dengan (masih tidur2an) Beliau Abuya Fuad berbicara “Naon ja embe dariamah dibawa ka Sodong (nama sebuah kampung)” Kambing2 yang hilang itu dicuri oleh orang Sodong.

****
Abuya Muhtadi Cidahu, Putra dari Almarhum Abuya Dhimyati, Ketika akan mensholati jenazah Aki Fuad di Kaduronyok, beliau ditanya oleh seorang santri "Bah ari Aki Fuad eta saha?" Abuya Muhtadi menjawab "Atuh di ditu mah (Kaduronyok dan sekitarnya) Abuya na.." (beliau adalah seorang Abuya). "Ki Fuad mah NU beken.." seloroh Abuya Muhtadi menggambarkan sosok Aki Fuad, seorang Kiai nyentrik yang mencintai NU dengan ketulusan hatinya.
****
Menurut kabar yang saya dengar, Gus Miek, Seorang Kiai nyentrik yang terkenal kewaliannya, berasal dari Jawa Timur, kabarnya sering datang ke Pandeglang, yakni ke Cidahu dan Ke Kaduronyok (Ke Tempat Aki Fuad)
****
Ada seorang kiai dari Sukabumi, sahabat Aki Fuad, pada hari minggu kemarin (Hari kematian Kiai Fuad), jam 7 pagi, Hp nya berbunyi, itu betul nomer Kiai Fuad yang ia simpan, telepon diangkat, dari balik Hp ada suara Kiai Fuad berbicara begini “Assalamualaikum Kiai... Dinten iyeu abdi bade uwih, tapi majlis taklim tacan beres...” dan mereka ngobrol panjang. Setelah telpon ditutup. Hp tersebut menerima 3 foto Kiai Fuad sedang dibungkus kain kafan.. Kiai dari Sukabumi itu kaget. Lalu menelpon sahabat2nya. Ternyata beliau Abuya Fuad telah meninggal dunia, subuh sekitar jam 6 pagi, Tapi jam 7 pagi Kiai fuad berbicara melalui telpon bahwa dirinya pulang ke Rahmatullah.
***
Jika di Jawatimur ada GusMiek, Di Jakarta ada Gusdur, maka di Banten ada Abuya Fuad Halimi. Akan tetapi mereka sekarang sudah tiada, dan masih banyak ribuan cerita dari keanehan, khowariq, keajaiban seorang KH. Fuad Halimi, saya berharap pembaca bisa mengkoreksi atau menambahkan cerita agar biografi ulama besar sekelas beliau tidak hilang ditelan jaman. Wallahu A’lam..
***
Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah, diampuni segala dosanya.
Teruntuk Ruh KH.Fuad Halimi Kaduronyok, al-faaatihah...

January 16, 2018

Kitab Risalah Annawawiyyah, Catatan KH.Otong Nawawi Ciandur

Abah Otong Bersama Gusdur

Kitab Risalah Annawawiyyah, Catatan KH.Otong Nawawi Ciandur

Penerjemah: Asep Bahtiar

Sekapur sirih Dari Penerjemah
Sewaktu masih kecil, saya bermimpi untuk membuat buku profil KH.Otong Nawawi. Akan tetapi karena terlalu banyak kesibukan akhirnya mimpi tersebut hanya menjadi impian semata. Kebetulan suatu hari saya melihat sebuah buku catatan penting yang ditulis langsung oleh Abah Otong, buku tersebut berbahasa arab yang menjelaskan catatan bersejarah dari tahun lahir Abah Otong dan tahun lahir putra-putri beliau.

Sebenarnya, ada banyak cerita yang saya dapatkan dari para alumni. kabarnya, apabila Abah Otong meminta hajat kepada Allah, esoknya akan datang sebuah mobil sedan putih lalu beberapa orang keluar membawa koper, si tamu tersebut mengatakan kepada Abah otong, apabila masih kurang, abah tinggal minta lagi dan hal tersebut disaksikan oleh para santri yang sedang mengaji di dalam mesjid.

Pernah suatu ketika, Abah otong akan memulai pengajian dzuhur, ketika membuka kitab ternyata di dalam kitab sudah ada sepucuk surat dari Abuya Dimyati Cidahu yang mengundang Abah Otong untuk mensholatkan jenazah istrinya. Abah Otong bertanya kepada para santri siapa yang mengirim surat ini hingga terselip di dalam kitabnya? para santri hanya menggelengkan kepala. Kemudian Abah Otong mengerti bahwa Abuya Dimyati sendiri lah yang mengirim surat tersebut dengan karomahnya yang luar biasa.

Abah Otong mengingatkan para santri “Urang mah ulah hayang doang kiyeu (Mengirim surat langsung tanpa perantara, sebuah karomah wali -red) urang mah mentana ka Allah hayang bisa ngaji bae” Setelah itu berangkatlah Abah Otong bersama para santri ke Cidahu.

Banyak sebenarnya kisah menarik dan suri tauladan yang perlu dicatat dan dibukukan. Sebab kata al-Habib Luthfi Bin Yahya, Bangsa kita sudah kehilangan karakternya karena banyak melupakan sejarah, cerita dan perjuangan nenek moyang tidak pernah diceritakan kepada anak cucu lalu menghilang begitu saja. Kita juga perlu meneladani para kakek dan datuk kita agar kelak generasi setelah kita dapat mengetahui sejarah dan mengambil pelajaran dari mereka.

Dikatakan bahwa termasuk tanda anak soleh adalah berbakti kepada orang tua dan meneruskan perjuangan orang tuanya. Tentunya saya mengharapkan para pembaca agar bisa mengkoreksi isi tulisan ini apabila menemukan kesalahan dan kekeliruan. Semoga terjemah Kitab Risalah An-Nawawiyyah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin

Asep Bahtiar
Ciandur 16 Januari 2018


Tulisan Abah otong Kitab Risalah An-Nawawiyyah

(Isi Kitab Risalah Annawawiyyah)


Bismillahirohmanirrohim
Segala puji bagi Allah yang tidak akan merubah prilaku hambanya akan tetapi hanya membolak-balikan hati hambanya. Dikatakan sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu perkara dalam suatu kaum sampai kaum tersebut mau merubah dirinya sendiri.

Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang maha tinggi dan maha agung. Saya bersaksi bahwa Muhammad Saw merupakan manusia yang memiliki prilaku yang bagus dan indah.

Sholawat serta salam semoga terus tercurah kepada baginda sayyidina Muhammad Saw yang terpilih dan terbaik, dan kepada keluarga dan sohabatnya yang memiliki amal sholeh yang bagus dan kepada para tabi’in sampai yaumil mahsyar.

***
Ini adalah risalah mengenai sejarah dan riwayat Annawawiyyah yang menjelaskan tentang profil Muhammad Nawawi Bin Ashlah. Seorang hamba yang dloif yang selalu merasa hina. Seorang Khodim Pondok Pesantren Thoriqotul Huda Ciandur, ayah dari Muhammad Fayumi.

Ini adalah kitab yang dikarang oleh Muhammad Otong Nawawi al-Ashlahiyyah, yang di dalamnya menjelaskan riwayat dari waktu lahir sampai dewasa, dari waktu mulai belajar dan mengajar sampai meninggal dunia.

Kitab ini dikarang dalam waktu dan tempat yang berbeda-beda. Di mulai pada malam selasa tanggal 5 dzul hijjah 1371 Hijriah. Bertepatan dengan tanggal 26 Agustus 1952 Masehi. Dengan mengharap pertolongan Allah, saya berharap kepada yang membaca kitab risalah ini agar bisa mengambil manfaat, diampuni semua dosa dan kesalahannya. Karena sesungguhnya manusia adalah tempat salah dan lupa.

Semoga Allah menutupi Aib dan cela seseorang, sebab tidak ada manusia yang makshum (bebas dari dosa) dan kesalahan.

Demi Allah saya meminta pertolongan dalam tingkahlaku saya, dan hanya kepada Allah saja saya berharap, karena Allah adalah dzat Hasby wa ni’mal wakil.

Amma ba’du


***
Saya bernama Muhammad Nawawi (dikenal dengan sebutan H.Otong Nawawi)
Saya  lahir hari Jumat pada tanggal 7 bulan Muharrom tahun 1344 Hijriah atau Tahun 1925 Masehi.

Nasab saya adalah Muhammad Nawawi Bin Aslah bin Wasijan dari desa Sodong bin Asob bin Baedlowi bin Alingan dari Menes bin Syekh 'Ajib Sangkan Kananga Menes bin Syekh Dawud Cigondang Labuan bin Syekh Sohib Jasinga. Itu dari jalur ayah saya.

Sedangkan dari jalur ibu. H.Muhammad Nawawi binti Hj.Khodijah binti H.Sanaka Kampung Manunjang Saketi.

Sedangkan dari jalur nenek saya adalah Muhammad Nawawi Bin H.Aslah binti Nyai Waqi’ binti Jamil bin Mas Lurah Durma bin Mas Lurah Tinggal bin Mas Lurah Birrul Walidain bin Mas Pangeran Syaja bin Pangeran Eneng bin Pangeran Yuda bin Pangeran Jamil Mangkubumi bin Maulana Hasanudin bin Syarif Hidayatullah Cirebon.

***
Ketika ayah saya meninggal dunia pada hari jumat jam satu waktu dzuhur tanggal 10 jumadil awal 1344 Hijriah. Waktu itu umur saya berusia 5 bulan. Ayah saya meninggalkan 6 anak. empat perempuan dan dua laki-laki. Pertama Nyai 'Aisyah biasa dipanggil Nyai Enong, Ke dua Nyai Eneng, Ke tiga Nyai Hafsah biasa dipanggil Nyai Enjen, Ke Empat adalah saya Muhammad Otong Nawawi. Itu semua dari satu ibu bernama Nyai Hj. Khodijah dari kampung Manunjang.

Sedangkan yang kelima adalah H.Emed yang ke enam Nyai Enjan. Keduanya (Anak nomer lima dan enam) berasal dari satu ibu bernama Nyai Zainab dari kampung Cimerak. Jadi ayah saya mempunyai dua istri. 

***

Saya masuk Sekolah Belanda tahun 1 Agustus 1935 M. Kemudian berhenti tanggal 17 Juli 1927 M. Kemudian masuk kembali ke sekolah tanggal 11 agustus 1937 dan tamat tanggal 20 juli tahun 1939 M

Pada tahun yang sama untuk pertama kalinya saya mondok ke pesantren Rocek Cimanuk berguru kepada kiai Hasan Mushtofa. Di sana saya mondok selama kurang lebih 3 tahun.

Pada tahun 1941 M. Saya berguru kepada Ajengan Kiai Sobari dari Kaducekek, beliau merupakan putra dari Syekh al 'alim al 'alamah Ajengan Syekh Juanidi As-Syajahi dari Cianjur Jawabarat. Guru saya Kiai Sobari itu bermukim di Kaducekek dan saya mondok disana selama kurang lebih 3 tahun

Ketika mondok di Kaducekek (di pesantren kiai Sobari). Saya menikah dengan Siti Solhah binti Kiai Muhammad Sirodj Kadugadung Tanggal 19 Bulan Rajab hari jumat tahun 1364/29 juli 1945 M. Saat itu pernikahan kami berlangsung jam 10 pagi sebelum solat jumat

Dengan doa orang tua, mertua dan guru. Saya berangkat lagi untuk mondok ke Kadulisung berguru kepada Syekh Ahmad Cikawung. Tak selang berapa lama saya pulang dan mukim
di kampung istri saya di Kadugadung. Pada Hari Minggu tanggal 3 Dzul Qo’dah 1365 H. Saya mengajar di madrasah Kadugadung.

***
3 Tahun berselang, Tanggal 28 Sofar 1368/1948 M Saat saya berada di Kadugadung, pada waktu itu tentara Belanda tiba-tiba masuk ke rumah istri saya Siti Solhah binti Muhammad Sirodj untuk membuat keributan dan melakukan kerusakan kepada keluarga istri saya. Sehingga kami pindah ke Saketi meminta perlindungan kepada beberapa kerabat. Tahun itu adalah tahun penuh fitnah dan mushibah. Kaum muslimin banyak yang ditindas dan terjadi saling bunuh membunuh setiap hari. Saudara saya H.Zakariya juga terbunuh oleh seorang muslim yang fasik (antek Belanda)

***
Saat saya menikah dengan Siti Solhah binti H.Muhammad Sirodj. kami dikaruniai seorang putra bernama Muhammad Fayumi, semoga Allah merahmatinya. Fayumi lahir malam Jumat di Desa Kadugadung tanggal 7 syawal jam 3 waktu sahur. Tahun 1368 Hijriah bertepatan dengan tanggal 29 Juli 1949 M. (3 Bulan setelah lahir, Fayumi meningal dunia tanggal 7 Muharram 1369H/ 30 oktober 1949 M)

Beberapa hari setelah melahirkan Muhammad Fayumi, Istri saya Siti Solhah meninggal dunia pada hari Kamis (perkiraan meninggal) tanggal 15/16 Dzul Qo'dah tahun 1368 H/9 September 1949 M. Jam 4 waktu Ashar

Setelah siti solhah meninggal dunia, saya menikah lagi dengan nyai Siti Mansuroh binti H.Abdul Qodir, cucu dari Haji Muhammad Sirodj tanggal 12 Dzul qodah / 5 januari 1950 M di Desa Kadugadung

***
Setelah menikah dengan Siti mansuroh, saya mondok lagi ke Gentur Cianjur tanggal 7 Robiul awal hari kamis 1369 H/ 12 Januari 1950 M. Dua bulan kemudian, dengan ridlo dan doa para guru, saya keluar dari Gentur Cianjur tanggal 23 Sya’ban 1369H/1950M

Karena urusan ekonomi, Tanggal 14 syawal hari sabtu 1369 H/29 juli Tahun 1950 M. Saya berdagang ke Pulau Sumatera. Ketika akan berangkat ke sumatera saya melakukan talak ta'liq kepada istri saya Siti Mansuroh binti H.Abdul Qodir Kadugadung tanggal 14 syawal hari sabtu tahun 1369H/29 juli 1950 M.

Di dalam ta'liq tersebut saya mengatakan “Kalau saya tidak datang kepada Siti Mansuroh tanggal 10 dzul qodah tahun 1369 dari Sumatera, maka jatuhlah talak saya kepada istri saya yang bernama Siti Mansuroh binti H Abdul Qodir dengan satu kali talak”

Pada waktu itu saya datang dari Sumatera tanggal  15 dzul Qo'dah (lewat 5 hari dari jatuh tempo talak) maka jatuhlah talak tersebut dan saya kemudian menetap di Ciandur.

***
Pada tanggal 21 dzul qo’dah tahun 1369 M. atau Hari Ahad tanggal 2 September 1950 M. Dengan hanya mengandalkan pertolongan Allah saya mulai mengajar anak-anak kecil di Ciandur

Pada tahun 1950 M. Saya menikah dengan Nyai Encuk Binti Hasan tepatnya tanggal 12 robiul awwal hari jumat jam 10 sebelum solat jumat / tanggal 22 desember 1950 M di Desa Bulakan Sodong. Dari Pernikahan saya dengan Nyai Encuk lahir 9 Putra-putri.

1. Siti Roudloh Ashlah
Lahir malam Sabtu (waktu sahur) tanggal 10 Rajab tahun 1371 H/ 5 April 1952 M

2. Humaedi Bin Muhammad Nawawi
Lahir tangal 7 Muharrom malam Rabu (jam sebelas malam) tahun 1373 H/16 september 1953

3. Ahmad Haitami
Lahir malam sabtu jam 4 waktu subuh tanggal 22 Muharrom 1375 /10 September 1955 M

4. Siti Fauzah
Lahir hari minggu tanggal 18 Dzul Qokdah tahun 1376 (jam 8 Waktu Dluha) tanggal 16 juni 1957M Ketika itu saya sedang ke Mekkah untuk menunaikan Ibadah Haji. Pada waktu saya ke Mekkah berangkat tanggal 15 dzul qo’dah 1376 H atau 13 Juni 1957 M

5. Muhammad Ahcdlori
Lahir hari kamis jam 6 pagi tanggal 3 Muharram 1379H / 9Juli 1959 M

6. Siti Muslihah
 Lahir Malam selasa  jam 5 subuh tanggal 17 Dzulqo’dah 1380 H/ 2 mei 1961 M

7. Ahmad Ambari Ashlah
Lahir malam rabu jam 11 Tanggal 23 Sofar tahun 1382 H atau 25 juli 1962

8. Siti Buraidah
Lahir hari jumat jam 11 sebelum solat jumat tangal 27 robiul akhir 1384 / 4 September 1964 M

9. Abdul Fakih Fuadi
Lahir hari jumat jam 8 waktu dluha Tanggal 8 Muharom 1386 H atau tanggal 29 april 1966 M.


Wallahu A'lam Bis Showab*


*Hanya sampai di sini catatan Abah Otong 



Bagan Nasab Putra-Putri Abah Otong
Teruntuk Ruh Abah Otong, Al-fatihah....... 

Baca Juga Abah Otong Ciandur, Biografi, Sejarah, Riwayat dan Kisah Tauladan (Bag 1)

December 11, 2017

17 Bukti, Ekonomi Cina Melewati Amerika Serikat



"China adalah negara berkembang besar dengan sejarah panjang feodalisme dan praktik kapitalisme, Cina memiliki populasi terbesar di dunia yang terdiri dari 70% petani. Pertumbuhan berkelanjutan yang luar biasa dari ekonomi Cina selama lebih dari dua dekade, tanpa diragukan lagi, Cina menjadi salah satu transformasi terbesar dari ekonomi dan politik internasional. China mencapai prestasi tersebut karena mereka bisa menggabungkan perkembangan dunia menggunakan selektif modal dan teknologi yang berasal dari negara kapitalis maju, mensubordinasi untuk kepentingan sebagian besar sosialisasi negara bagian. Semua dikendalikan oleh Partai Komunis China (CPC) yang merupakan partai terbesar dunia, dengan lebih dari 100 juta anggota dan tujuan utamanya secara bertahap membangun sebuah masyarakat sosialis.

Jacob David Blinder


Era dominasi ekonomi AS di dunia secara dramatis berakhir sudah. China saat ini tengah menjelma menjadi ekonomi raksasa terbesar di dunia. Seorang pakar ekonom, Michael Snyder mengungkapkan 17 aspek lain bahwa Cina benar-benar telah membuktikan dirinya dalam mengungguli Amerika Serikat:

1) Dalam dekade terakhir ekonomi China tumbuh tujuh kali lebih cepat dari AS;

2) Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bahwa China adalah ekonomi terbesar di dunia: mewakili 16,47% dari GDP global diukur dalam Purchasing Power Parity (PPP), dibandingkan 16,27% dari Amerika Serikat;

3) Sejak tahun 2000 PDB AS menurun; tidak seperti GDP China yang terus tumbuh dalam 14 tahun berturut-turut;

4) Hal ini diprediksikan bahwa perekonomian China membuktikan tiga kali lebih besar dari Amerika Serikat pada tahun 2040;

5) Jika Anda terus mengikuti perkembangan dunia, dalam 30 tahun yang akan datang, bisa jadi salah satu negara Cina, rata-rata akan lebih kaya dari seorang warga negara AS;

6) Sejak tahun 2005 Amerika Serikat menghabiskan $ 1,1 triliun pada produk dan jasa yang berasal dari China, sedangkan China hanya membeli $ 300 miliar barang dan jasa dari Amerika

7) Defisit perdagangan Amerika Serikat dengan China sekarang 27 kali lebih besar, dan itu bermula dari tahun 1990. Sejak itu Cina memasuki Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 2001, angka ini meningkat sebesar 18% per tahun;

8) Pada tahun 2010 Cina melampaui Amerika Serikat sebagai konsumen energi terbesar di dunia;

9) Sekitar 46 ribu pabrik yang dimiliki orang China, telah pindah ke Amerika Serikat. Ini membuktikan bahwa Cina telah menjelma menjadi raksasa terbesar dunia sejak mereka bergabung dengan WTO

10) China menjadi produsen terkemuka di dunia dari generator aero dan panel surya untuk menghasilkan listrik;

11) Negara China mengontrol 97% dari yang disebut sebagai bahan langka, yakni bahan dan elemen penting untuk menciptakan produk teknologi dan industri;

12) The ekspor teknologi tinggi dari China ternyata dua kali lebih tinggi dari AS;

13) China memiliki pasar terbesar untuk mobil baru di dunia;

14) China memiliki cadangan devisa lebih banyak dari negara lain;

15) China adalah negara ekonomi terbaik dan terbesar di dunia, dan merupakan negara importir emas terbesar yang tidak terkalahkan

16) China adalah negara yang menjadi pemimpin dunia dalam bidang penelitian ilmiah dan pemohon paten terbanyak

17) Cina memproduksi dua kali lebih banyak kapas, tiga kali lebih batubara dan sebelas kali lebih baja dari Amerika Serikat.

November 8, 2017

Kisah Pedagang Tahu Bulat, Jangan Biasakan Berdagang di Waktu Magrib!


Hari Menjelang Petang, kumandang Maghrib menggema di seantero kota Pandeglang, orang-orang tua dan para pemuda beranjak ke mesjid melaksanakan solat magrib, keadaan desa begitu sepi dan sunyi, dengan ompreng-omprengan dan tak kenal waktu, mobil losbak colt buntung itu merayap di sisi jalan Kampung Cicadas, di belakangnya terdapat gerobak yang di jaga oleh seorang pemuda dengan wajah lelah muka dekil, penuh daki dan keringat belum mandi, sambil sesekali pemuda tersebut merapihkan tahu-tahu bulat yang baru saja digorengnya, ia tumpukan di dalam lemari dagangannya

“Tahu bulat, tahu bulat.. wak waw.. Tahuuuu bulat, digoreng dadakan… lima ratusan… haraneut keneh…wak waw”

Suara itu berbunyi nyaring membelah kesunyian kampung Cicadas, walau tak ada satupun warga melirik mereka, tapi suara itu terus saja berbunyi berkali-kali melantunkan lagu-lagu indah tahu bulat wakwaw tanpa bosan.

Nah, cerita ini saya dapat dari seorang teman yang kebetulan menjadi tetangga dari si pedagang tahu bulat wakwaw tersebut, di suatu malam, ia mendengar jeritan si pedagang tahu bulat, yang menerit berkali-kali terdengar sampai kerumahnya, dengan perasaan kaget, teman saya langsung menghampiri rumah si pedagang tahu tersebut, di kira ada apa ternyata si pedagang tahu itu sedang duduk lesu sambil menangis sejadi-jadinya, di tangannya tergenggam daun-daun kering yang begitu banyak, teman saya menanyakan apa yang sedang terjadi?

Dengan wajah sedih si pedagang tahu bercerita bahwa ia baru saja pulang dari hasil mencari nafkah, kira-kira pada waktu magrib, ketika orang-orang pergi ke mesjid dia terus saja meneriakan suara tahu bulat wakwaw tersebut tanpa henti-henti, ketika ia melewati sebuah rumah besar, keluarlah dari rumah tersebut puluhan anak-anak kecil yang menghampiri dagangannya, termasuk ada juga ibu-ibu dan bapak-bapak, ramai sekali orang membeli dagangannya, bahkan dia diberi uang merah ratusan ribu, bahkan ada diantara mereka yang tidak mau dikembalikan, katanya uangnya ambil saja buat jajan istri.

Tentu saja si pedagang tahu wakwaw itu menjadi sangat gembira. Ia pulang ke rumah dengan wajah ceria, dengan banyak hayalan bahwa uangnya akan ia belanjakan kebutuhan rumah, beli kasur beli sofa gelang kalung emas dan barang-barang mewah untuk istrinya.

Setelah ia sampai rumah, ia mengambil sebuah tas yang berisi uang hasil jerih payahnya tersebut, dan ketika ia mengambil semua kertas yang ia anggap uang, apa yang terjadi? Ternyata kertas itu bukanlah uang melainkan DAUN-DAUN kering yang begitu banyak. Kontan saja ia menjerit sejadi-jadinya.

Teman saya yang menceritakan kejadian tersebut menjadi penasaran, benarkah apa yang di dengarnya? Apakah ini sebuah penipuan? Karna di bebani rasa kasihan, apalagi mereka bertetangga dan sudah sangat dekat sekali, teman saya langsung mengajak si pedagang tahu bulat tersebut mencari dimana rumah besar yang kata dia banyak orang-orang membeli dagangannya.

Dengan berlari cepat mengendarai sepeda motor mereka segera pergi ke kampung yang dituju, dan apa yang terjadi? Ketika mereka tiba di lokasi, ternyata bukan rumah mewah dan besar yang dilihat, melainkan… KUBURAN?!

Melihat gelagat aneh tersebut, teman saya langsung ngacir terbirit birit. Si pedagang tahu bulat juga langsung mabur tidak mau lagi mengungkit-ngungkit semua cerita yang dialaminya.

Benarlah kata sesepuh di kampung saya, orang-orang tua bilang kalau magrib jangan suka keluyuran, hentikan semua kegiatan, termasuk perniagaan, sangat berbahaya kata mereka, salah satu bahayanya seperti kejadian yang dialami si pedagang tahu bulat wakwaw tersebut yang rugi habis-habisan gara-gara di tipu setan, gara-gara tidak ke mesjid melaksanakan solat magrib malah berdagang teriak-teriak Tahu bulat wakwaw tahu bulat wakwaw di goreng dadakan liamaratusan. Bukannya mendapat uang malah dapat dedaunan. apes nian nasibmu pak.

Semoga kisah ini memberi arti dan pelajaran.

November 7, 2017

5 tips Meningkatkan Trafik Pengunjung Blog / Website


1. Menulis isi artikel sebanyak mungkin

Konten/artikel adalah hal utama dan paling mendasar, artikel ibarat jantung dalam tubuh manusia. Tentunya lebih banyak artikel akan lebih baik, dengan konten yang lebih banyak, blog Anda akan sehat dan kuat untuk muncul dalam hasil pencarian dan menerima pengunjung organik lebih banyak.

Cobalah untuk menulis isi artikel sebanyak mungkin, untuk meningkatkan frekuensi posting, hal ini bisa sedikit membantu blog Anda agar terindeks lebih cepat oleh robot mesin pencari (Google, Yahoo dll) dan menjaga blog Anda selalu hidup.

Dalam kasus ini, jika Anda tidak dapat mempertahankan frekuensi yang stabil dalam memposting artikel, hendaknya Anda memiliki pilihan untuk mengundang para blogger untuk memposting tulisan di blog Anda atau mempekerjakan seorang penulis.

Berapa rata-rata karakter yang ditulis? minimal 3000 kata, ya, jika satu artikel mengandung 3000 kata biasanya akan lebih cepat terindexs Google ketimbang artikel yang isinya hanya 300 kata saja.

2. Selalu memberikan judul menarik untuk artikel Anda

Setelah Anda menulis artikel yang berkualitas, cobalah untuk membacanya kembali dengan cermat, perhatikan juga dalam membuat judul menarik, maksudnya judul yang paling umum, bukan judul yang dibuat-buat.

coba perhatikan, mana ada di halaman pertama Google judul tulisan isinya begini ‘wow Meikarta lebih dahsyat dari Jakarta’, atau judul tulisan ‘Gila, manusia Indonesia ini dapat duit Triliunan...’ dan judul bla bla bla yang dibuat-buat.

Perhatikan dua hal dalam memberikan judul, pertama menggunakan kata kunci yang paling dicari orang. Kedua membuatnya menarik dengan menggunakan judul yang membuat penasaran orang.

Setidaknya, ketika pembaca datang ke blog anda, mereka tidak hanya membaca satu artikel saja, tapi kalau bisa membaca lebih dari dua atau tiga artikel.

3. Menjaga Keunikan Blog Anda

Utamakan selalu keunikan blog, yakni blog yang berbeda dengan blog pada umumnya, Filosofinya begini, tubuh setiap manusia adalah sama, tetapi satu-satunya hal yang berbeda dari orang lain adalah cara Anda berpakaian, cara berpikir, cara berperilaku, cara menyampaikan pendapat dll.

Cobalah selalu untuk menawarkan konten/ artikel yang unik untuk pembaca setia Anda, dan mencoba untuk berada di daftar pertama dalam memperkenalkan hal-hal baru di dunia online. Jika Anda bisa berbagi hal yang sama seperti ribuan blogger lainnya, kemungkinan besar blog anda akan dibuang Google. pastinya pembaca akan menurun drastis.

4. Menulis Artikel Untuk Blog Orang Lain

Biasanya dalam setiap blog ada semacam “Post Tamu" dimana blog tersebut menerima kiriman tulisan dari orang lain, atau anda bisa nebeng di blog besar seperti Kompasiana atau Indonesiana, anda bisa menulis artikel bagus disana lalu mempromosikan bahwa anda adalah seorang penulis dari we we we blog anda.

Dalam dunia online, anda harus selalu bisa menunjukan kepada dunia, tentang eksistensi anda di dunia bloging. Anda bisa berbagi tips di komunitas atau forum-forum online dengan tetap ‘memperomosikan’ nama blog anda, saya tidak menyarankan untuk menulis komen di artikel orang lain atau menshare tulisan ke media social sebab hal tersebut akan mengurangi kadar ‘SEO’ blog anda. cobalah menulis di blog orang lain. Ini akan membantu anda dalam meningkatkan trafik blog.

Tentunya menjadi penulis tamu tidak boleh asal menulis, blog anda harus kompatibel, jika blog anda tentang bisnis, menulislah di blog orang lain yang temanya sama dengan tema bisnis.

5. Kirim blog Anda ke direktori online

Submit blog Anda ke direktori online, merupakan langkah baik untuk mengoptimasi mesin pencari, hal ini setidaknya bisa memberikan trafik bagus. contoh kasus ini seperti submit artikel di Google Web Master Tool.

Ada ribuan direktori online di luar sana, Anda hanya perlu mendaftar dan mengirimkan blog Anda.

November 3, 2017

Apa itu Taqlid ?


Versi bahasa, taqlid diartikan mengalungkan sesuatu. Sedangkan versi istilahnya taqlid diartikan mengikuti suatu pendapat tanpa mengetahui dasar-dasar pendapat tersebut.

Globalnya istilah taqlid dapat diterapkan dalam segala bidang meski bukan doktrin problematika agama. Seperti orang sakit yang mengikuti pendapat dokter untuk mimum obat. Namun, pada kenyataannya istilah taqlid lebih akrab diartikan mengikuti pendapat seorang ulama (mujtahid) dalam permasalahan agama tanpa harus mengetahui dasar (dalil) dan metodologi penggalian hukumnya (wajhu al-dilalah).

Dalam bertaqlid, seseorang tidak harus mengucapkan atau berniat taqlid kepada seorang imam. Setiap kali melakukan sesuatu dan terbersit dalam hatinya bahwa apa yang ia lakukan sesuai dengan pendapat seorang ulama, maka ia dikategorikan orang yang taqlid kepada ulama tersebut.

Hukum Taqlid

Umumnya, manusia di dunia ini terbagi menjadi dua kelompok, yakni orang pandai dan bodoh. Yang dimaksud orang pandai dalam diskursus pemahaman ijtihad dan taqlid adalah orang yang memiliki kemampuan menggali hukum dari al-Qur'an dan al-hadits (mujtahid). Sedangkan orang-orang bodoh (muqallid, awam) adalah mereka yang tidak memiliki kemampuan tersebut.

Hukum taqlid dalam problematika furu' ad-din (cabang agama) adalah wajib bagi selain para mujtahid, baik mereka yang masih awam atau yang sudah alim tapi belum mencapai derajat ijtihad. Sebab jika tidak taqlid, mereka tidak bisa mengetahui hukum agama sehingga tidak bisa melaksanakannya. Sedangkan dalam diskursus usul ad-din (tauhid; keyakinan), hukum taqlid menjadi obyek perselisihan para ulama.

Dalil kewajiban taqlid dijelaskan dalam firman Allah swt yang berbunyi:

"Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui." (QS. Al-Anbiya’; 7)

Sebagian pendapat berkomentar bahwa ayat di atas bisa dijadikan dalil kewajiban taqlid bagi orang Islam dalam hukum-hukum syari’at. Sebab ayat di atas diturunkan guna menyikapi orang-orang musyrik yang mendusatakan diutusnya Rasulullah saw. Mereka memprediksikan bahwa Allah tidak akan mengutus seorang Rasul dari jenis manusia, mereka mengatakan:  "Seandainya Tuhan kami menghendaki seorang utusan maka niscaya Ia akan menurunkan malaikat."

Memang benar esensi asbab an-nuzul (sebab diturunkannya) ayat di atas guna menyikapi prediksi orang-orang musyrik. Namun dalam kaidah ushul fiqh, dikatakan bahwa yang menjadi pertimbangan hukum dan menjadi titik tekan dalam sebuah ayat adalah keumuman (universal) lafadz ayat, bukan diprioritaskan pada latar belakang turunnya ayat. Kaidah tersebut berbunyi:

الْعِبْرَةُ بـِعُمُومِ اللَّفْظِ لاَ بِخُصُوصِ السَّبَبِ

"Yang menjadi pertimbangan adalah keumuman lafadz bukan sebab diturunkannya ayat."

Dengan demikian ayat di atas sebenarnya mengandung perintah kepada orang-orang muslim yang tidak memiliki pengetahuan terhadap masalah agama agar bertanya dan mengikuti pendapat orang-orang pandai di antara mereka.

Secara tekstual, ayat di atas memang berisi perintah untuk bertanya kepada orang-orang pandai mengenai dalil-dalil yang mendasari terciptanya hukum. Tidak ada informasi yang memerintahkan taqlid, sehingga ayat ini tidak bisa dijadikan tendensi bagi kewajiban taqlid. Namun sekali lagi pemahaman di atas kurang tepat, sebab jika diperhatikan lebih teliti, perintah dalam ayat tersebut termasuk perintah yang mutlak dan umum. Tidak ditemukan kekhususan perintah bertanya tentang dalil atau yang lain. Sehingga ayat tersebut bisa saja menjadi dalil kewajiban taqlid, pemahaman ayat di atas didukung pula oleh redaksi ayat;

"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar, dan mereka meyakini ayat-ayat kami." (QS. As-Sajdah; 24)

Abu As-Su’ud berkomentar, substansi ayat di atas menjelaskan tentang para imam yang memberi petunjuk kepada umat tentang hukum-hukum yang terkandung dalam al-Qur`an. Dengan demikian wajib bagi umat untuk mengikuti petunjuk yang mereka berikan.

Ditambah dengan pemahaman firman Allah swt yang berbunyi;
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisa’; 59)

Redaksi kata ulil amri dalam ayat di atas memancing kontradiksi ideologi ulama dalam segi pentafsirannya. Kitab al-Khozin menyebutkan, Ibnu Abbas dan Jabir pernah berkomentar bahwa, arti kata ulil amri adalah para fuqaha’ dan ulama’ yang mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat. Sehingga ayat di atas dipahami bahwa orang islam wajib taat kepada apa yang diajarkan oleh para ulama dan fuqaha. Pendapat ini disokong oleh al-Hasan, ad-Dlahak dan Mujahid.

Ayat lain menyebutkan :

"Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya, (akan dapat) mengetahui dari mereka (Rasul dan ulil Amri)." (QS. An-Nisa’; 83)

Imam ar-Razi dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa ayat tersebut menjelaskan beberapa point. Pertama, dalam Islam terdapat hukum yang tidak bisa diketahui jika mengandalkan nash (al-Quran dan al-Hadits) namun dapat diketahui dengan istinbath (penggalian hukum). Kedua, istinbath termasuk hujjah. Ketiga, orang awam wajib taqlid kepada ulama’ mengenai ketentuan hukum persoalan yang terjadi.

Keberadaan taqlid sebagai kewajiban dapat dipertanggung jawabkan secara logika. Sebagaimana diketahui, setiap muslim mendapat tuntutan untuk menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan agama. Sementera tidak mungkin bagi seseorang melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan yang ia sendiri tidak tahu akan perintah dan larangan tersebut.

Namun jika setiap muslim dituntut untuk menggali hukum secara langsung dari al-Qur`an dan al-hadits, tentu mereka merasa kewalahan lantaran bahasa sastra al-Quran yang begitu tinggi dan kemampuan serta kesibukan mereka yang berbeda-beda. Logikanya, kemampuan presiden dalam mengatur negara tentu jauh berbeda dengan seorang penggembala kambing, kemampuan dokter dalam mengobati penyakit tentunya akan berbeda jauh dengan seorang petani. Begitu juga kemampuan para mujtahid dalam menggali hukum dari al-Qur`an dan hadits yang jauh lebih tinggi ketimbang para muqallid.

Oleh karenanya, orang-orang yang belum atau tidak memiliki kemampuan ijtihad diperbolehkan bahkan wajib taqlid kepada mereka yang lebih pandai. Yakni mereka yang memiliki kemampuan menggali hukum.

Secara   tegas  Al-Quran   mempublikasikan   agar   sebagian   muslim  -bukan semuanya- mau tidak mau harus menekuni ilmu agama agar disampaikan kepada mereka yang belum tahu. Allah swt berfirman:

"Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap komunitas di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. At- Taubah; 122)

Kewajiban taqlid ini ironisnya banyak disangkal oleh komunitas muslim yang seenak udel sendiri mengatasnamakan perkataan para imam mujtahid yang melarang taqlid. Mereka mereduksi komentar imam-imam madzhab sebagaimana berikut:

Imam Malik berkata: "Pendapat setiap orang tidak dapat diterima kecuali Rasulullah saw."

Imam Abu Hanifah berkata: "Haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku untuk menfatwakan pendapatku". Setiap kali memberikan fatwa kepada seseorang  Imam Abu Hanifah selalu mengatakan: "Ini adalah pendapat Abu Hanifah, pendapat yang terbaik menurutku. Maka barang siapa dapat memberikan fatwa yang lebih baik, itulah yang benar baginya."

Imam Syafi’i berkata: "Setiap hadits shahih adalah madzhabku." Beliau juga pernah berkata: "Ketika kalian melihat pendapatku tidak sesuai dengan sabda Rasulullah saw maka gunakanlah sabda Rasulullah dan tinggalkanlah pendapatku." Saat imam al-Muzani bertaqlid kepada Imam Syafi'i dalam suatu permasalahan agama, Imam Syafi'i berkata kepadanya: "Wahai Abi Ibrahim (al-Muzany) janganlah kamu taqlid kepadaku."

Imam Ahmad ibn Hanbal pernah berkata: "Kalian jangan taqlid kepadaku, Imam Malik, Imam al-Auza'i, Imam an-Nakha’i dan lainnya. Namun ambillah hukum-hukum dari mana mereka mengambilnya."

Berbagai komentar para imam madzhab di atas memang benar adanya. Namun tidak serta merta bisa digunakan sebagai hujjah melarang taqlid. Sebab larangan tersebut ditujukan kepada orang-orang yang telah memiliki kemampuan berijtihad seperti imam al-Muzani dan orang-orang yang setingkat dengannya. Bukan orang-orang macam kita yang tidak mampu menelaah dan menggali hukum dari al-Qur`an dan al-Hadits.


Syarat-Syarat Taqlid

Ada beberapa variabel syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi dalam bertaqlid. di antaranya:

Pertama, orang yang taqlid (muqallid) harus mengetahui syarat dan kewajiban yang telah ditentukan oleh muqallad (orang yang diikuti) setidaknya dalam satu paket permasalahan (qadliyah) yang dijadikan obyek taqlid. Seperti masalah wudlu`, shalat, puasa, dll.

Contohnya, seseorang taqlid kepada imam malik dalam hal tidak batalnya wudlu disebabkan bersentuhan kulit dengan lawan jenis harus tahu secara menyeluruh segala hal yang ditetapkan oleh imam malik dalam masalah wudlu`. Seperti wajibnya mengusap seluruh bagian kepala dengan merata, menggosok-gosok anggota tubuh saat dibasuh (dalku), dan wajibnya muwalah (terus-menerus; tidak memisah antara basuhan anggota tubuh dengan waktu yang lama).

Seseorang yang bertaqlid kepada imam syafi’i dalam problematika tidak wajib mengusap kepala secara merata saat berwudlu, harus mengetahui ketetapan madzhab Syafi’i bahwa bersentuhan kulit dengan lawan jenis merupakan gesekan problematika yang bisa membatalkan wudlu.

Kedua, taqlid tidak boleh dilakukan dalam persoalan yang sudah terjadi (taqlid ba’da al-‘amal) kecuali memenuhi beberapa syarat:

1. Tidak meyakini batalnya amal saat ia melakukannya,

2. Imam yang menjadi muqalladnya adalah imam yang menyetujui keabsahan taqlid ba'da al-'amal.

Contoh, seseorang yang memegang alat kelamin lalu melaksanakan shalat karena lupa atau tidak mengetahui hukum konsekwensi memegang alat kelamin, sementara ketidaktahuannya termasuk kebodohan yang dapat ditolerir (jahl ma'dzur). Maka dia diperbolehkan taqlid kepada Imam Abu Hanifah guna menggugurkan kewajiban qadla’.

Ketiga, muqallid tidak boleh seenaknya mengambil hal-hal yang mudah saja, karena akan menyebabkan ia terbebas dari beban hukum. Contoh, saat seseorang tidak menemukan air dan debu untuk bersuci ketika waktu shalat hampir habis. Ia hanya menemukan sebuah batu yang suci. Ia tidak bertayammum dengan batu itu karena satu alasan taqlid kepada Imam Syafi'i yang tidak membolehkan tayammum dengan batu. Namun ia juga tidak mengqadla'i shalat dengan alasan taqlid kepada Imam Malik yang berpendapat tidak wajib qadla bagi orang yang tidak menemukan air, debu, atau batu yang dapat dipergunakan untuk bersuci.

Keempat, muqallad (orang yang diikuti) haruslah seorang mujtahid, meski kapasitasnya sekedar mujtahid fatwa seperti Imam ar-Rafi’i, Imam an-Nawawi, Imam ar-Romli dan Imam Ibnu Hajar. Selama tidak ada asumtif bahwa pendapat imam-imam tersebut diprediksi sangat  lemah. Begitu pula tidak diperbolehkan taqlid kepada seorang imam dalam pendapat yang telah dicabut kembali, selama tidak ada ulama’ pengikut madzhabnya yang mendukung pendapat tersebut berdasarkan dalil yang ia kaji dari kaidah-kaidah dalam madzhab yang ia ikuti.

Kelima, tidak talfiq, dalam arti tidak mencampuradukkan antara dua pendapat atau lebih dalam satu qodliyah (paket permasalahan) yang dapat memunculkan satu bentuk amal yang tidak sah menurut kedua belah pihak yang ia ikuti. Contoh, dalam sub syarat ketiga, seseorang berwudlu dengan mengusap sebagian kepala karena taqlid kepada Imam Syafi’i. Kemudian ia bersentuhan kulit dengan lawan jenis dan melaksanakan shalat tanpa berwudlu lagi dengan alasan taqlid kepada Imam Malik dalam hal tidak batalnya wudlu sebab bersentuhan kulit dengan lawan jenis. yang demikian ini tidak diperbolehkan karena shalat yang ia lakukan menjadi batal menurut Imam Malik maupun menurut Imam Syafi’i. Menurut Imam Malik karena wudlunya tidak sah dengan hanya mengusap sebagian kepala saja. Sedangkan menurut Imam Syafi’i karena wudlunya telah batal sebab bersentuhan kulit dengan lawan jenis.

Tanggapan-Tanggapan


Tanggapan pertama tentang ayat:

”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”  (QS. al-Isra`; 36)

Sebagian ulama berkomentar bahwa ayat di atas diasumsikan sebagai larangan untuk bertaqlid, sebab taqlid diartikan sebagai mengikuti pendapat orang lain tanpa mengetahui dalil-dalilnya.

Asumsi tersebut tidak bisa dibenarkan. Sebab, jika ayat di atas menunjukkan larangan taqlid, tentu ayat di atas dipahami pula sebagai petunjuk larangan berijtihad. Karena esensi ijtihad adalah berusaha menghasilkan sebuah praduga (dhann) terhadap konstruksi hukum. Oleh karena itu, maksud dari kata al-'ilm dalam ayat di atas mencakup kualitas pengetahuan secara yakin (al-'ilm) dan pengetahuan yang bersifat praduga (dhann).

Meski dalam sebagian firman Allah swt. Praduga dianggap suatu tindakan yang tercela, namun sebenarnya ada pula konstruksi dhan yang terpuji, salah satunya adalah dhann dalam ijtihad. Allah berfirman;

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan pra-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari pra-sangka itu dosa." (QS. Al-Hujurat; 12)

Membaca ayat di atas, dapat dipahami bahwa sebenarnya terdapat prasangka (dhan) yang bukan perbuatan dosa/tercela. Terbukti Allah menggunakan bahasa ba'dla al-dhann (sebagian pransangka).

Rasulullah bersabda dalam hadits qudsi;

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ

"Aku (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku. Karena itu, berprasangkalah apa yang ia kehendaki." (HR. Bukhori)

Andaikan semua prasangka itu tercela, niscaya hukum-hukum agama akan terkesampingkan. Sebab, kebanyakan konsep hukum-hukum syari'at muncul dari kapasitas dhan.

Abi al-Fadhl bin Abdis Syakur, Op.Cit., (Surabaya: al-Hidayah), hlm.72 Sehingga dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat yang mencela dhan sebenarnya diarahkan pada dhan yang tidak memiliki dasar yang jelas dan dalil yang kuat.


Tanggapan kedua tentang ayat:

وَإِذا قيلَ لَهُم تَعالَوا إِلىٰ ما أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسولِ قالوا حَسبُنا ما وَجَدنا عَلَيهِ آباءَنا ۚ أَوَلَو كانَ آباؤُهُم لا يَعلَمونَ شَيئًا وَلا يَهتَدونَ

”Apabila dikatakan kepada mereka,"Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". mereka menjawab, "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?”. (Al-Maidah; 104)

Berbagai komunitas menggunakan hadits ini sebagai dalil untuk melarang taqlid, sebab dalam ayat di atas dikatakan bahwa orang-orang yang mengikuti pendapat nenek moyang mereka dicela dan dicacimaki oleh Allah swt.

Enyahkan ideologi ambivalensi tersebut sebab substansi ayat yang dimaksud nenek moyang adalah orang-orang kafir yang tidak mengetahui agama dan petunjuk dari Allah swt, bukan para mujtahid islam yang notabane-nya manusia berpengetahuan agama.

Dalam bidang hadits, riwayat Imam Ahmad dari Imam Syafi'i dari Imam Malik dari Nafi' dari Ibnu Umar dari Rasulullah saw disebut dengan silsilah adz-dzahab yang merupakan rentetan mata rantai hadits yang terkuat.